Home Kesehatan Gandeng Lactalover Makassar, Nasyiatul ‘Aisyiyah Hadirkan Dokter Ahli Bahas Kesehatan Anak

Gandeng Lactalover Makassar, Nasyiatul ‘Aisyiyah Hadirkan Dokter Ahli Bahas Kesehatan Anak

0

MataKita.co, Makassar – Pimpinan Wilayah (PW) Nasyiatul ‘Aisyiyah Sulsel bekerjasama dengan Komunitas Lactalover Makassar menggelar seminar kesehatan anak.

Kegiatan ini dilaksanakan di Cafe Aureka, Jalan Topaz, Makassar, Sabtu (9/11/2019) kemarin.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Universitas Muslim Indonesia fakultas kedokteran ahli demam typoid yaitu dr Hasta Handayani Idrus, M.Kes dan dr nur ainun M. Kes Sp.GK ahli gizi RSUD Bantaeng.

Menurut narasumber pertama dr Hasta agar mampu membantu mengatasi demam pada anak dengan lebih baik, orang tua tidak perlu panik dan khawatir kecuali dalam keadaan darurat, demam pada anak ialah suatu kondisi ketika suhu tubuh anak naik melewati batas normal.

“Biasanya, demam pada anak tidak disebabkan oleh sesuatu yang berbahaya. Anak demam tinggi bisa membuat orang tua khawatir dan membuat orang tua merasa sedih, lalu mencoba berbagai cara agar sang anak kembali ceria. Demam pada anak diatasi dengan obat-obatan, tetapi tidak semua obat boleh diberikan pada anak yang sedang demam,” kata dr Hasta.

Ia menambahkan bahwa pertolongan pertama saat anak demam adalah dengan melonggarkan bajunya dan berikan suasana yang lebih nyaman, kemudian kompres dengan air hangat.

Terpisah, narasumber kedua dr nur ainun membahas terkait Bagaimna gizi untuk Anak usia 0-2 tahun sebaiknya mendapatkan Air Susu Ibu (ASI).

ASI mengandung semua zat yang dibutuhkan dalam perkembangan otak anak.

“Banyak produk susu kaleng atau susu formula mengandung asam linoleat, DHA dan sebagainya. Untuk memulihkan kondisi Balita pada status normal, dibutuhkan asupan susu yang mudah diserap tubuh yakni Entrasol. Tiap Balita diharuskan mengkonsumsi 60 kotak susu, dimana dalam hitungan 90 hari berat badan anak kembali normal,” tuturnya.

Kriteria yang dicantumkan antara lain: biasa makan beraneka ragam makanan, selalu memantau kesehatan anggota keluarga, biasanya menggunakan garam beryodium, dan khusus ibu hamil, didukung untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi minimal sampai 4 bulan setelah kelahiran.

Ditambahkan ketua panitia Nur Syamsyi Duha dengan diadakannya seminar kesehatan anak “first aid, bagaimana menyikapi anak jika sakit” ini pemahaman dan aplikasi orang tua terhadap penganganan jika anak sakit dan gizi seimbang dapat diterapkan dan diaplikasikan pada keluarganya.

“Kegiatan ini bagian dari program Nasyiatul ‘Aisyiyah Sulsel,” tutupnya.

Facebook Comments