Home Lensa Diundang Radio Suara Rakyat Hulondalo, Dandim 1304/Gorontalo Bahas Darurat Panah Wayer

Diundang Radio Suara Rakyat Hulondalo, Dandim 1304/Gorontalo Bahas Darurat Panah Wayer

0

MataKita.co, Gorontalo – Dandim 1304/Gorontalo Letkol Inf Allan Surya Lesmana, S.Sos mendapat Undangan kehormatan dari salah satu stasiun Radio Lokal Suara Rakyat Hulondalo, Sebagai Narasumber dalam kegiatan Dialog interaktif Aspirasi NKRI dengan tema “Darurat Panah Wayer” di wilayah Gorontalo yang saat ini marak terjadi di wilayah Kota Gorontalo. (11/11/2019).

Dalam dialog tersebut sebagai Nara Sumber yaitu Kasad Bimas Polres Kota Gorontalo AKP Heni M. Rahayu, Kabid dinas sosial PP dan PA Nurhayati Olii, Kepala Bidan Penegakan Perda Dinas Satpol PP, Linmas, dan Damkar Provinsi Gorontalol Marthen.Suleman. AP.

Maraknya terjadinya kasus Panah Wayer serta kenakalan remaja yang ada di Wilayah Kota Gorontalo menjadi tranding topik saat ini. Baik di media sosial maupun di media elektronik Lokal yang ada di Provinsi Gorontalo. Radio Suara Rakyat Hulonthalo sengaja mengangkat tema ini untuk membahas seta mendapatkan solusi terbaik agar kejahatan kriminal dengan Panah wayer serta kenakalan remaja hilang di wilayah Provinsi Gorontalo.

Pertanyaan Pertama yang dilontarkan Nanda selaku penyiar Radio Suara Rakyat Hulonthalo yaitu bahwa Dikatakan Darurat berarti bisa disimpulkan Gorontalo saat ini dalam keadaan tidak aman dari ini tindakan-tindakan anarkis yang terjadi akhir-akhir ini, yaitu tentang adanya aksi panah wayer.

Dari pertanyaan tersebut Dandim 1304/Gorontalo Letkol Inf Allan Surya Lesmana, S.Sos menyampaikan apa yang menjadi keresahan warga Kota Gorontalo khususnya, memang perlu mendapat respon dari seluruh pihak tidak terlepas pihak TNI itu sendiri.

Sesuai dengan UU TNI nomor 34 tahun 2004 tentang perbantuan TNI kepada POLRI yang merupakan Dasar bagi instansi TNI secara umum.

Kaitannya dengan UU tersebut dengan adanya Darurat Panah Wayer yang banyak terjadi akhir-akhir ini, dari pihak TNI melaksanakan dua langkah yang dilaksanakan yaitu Penindakan dan pencegahan, mesikupn untuk langkah penindakan secara berlanjut itu merupaka wewenang pihak POLRI.

“Namun sebagai langkah pencegahan dari pihak TNI melakukan Patroli secara rutin dalam waktu kurang lebih sudah 4 hari berjalan dengan mekanisme pembagian tugas dibagi per wilyah masing – masing Koramil di Kota Gorontalo yaitu Kota Barat, Kota Utara Kota Selatan dimana ketiga Koramil teresebut mengkaver semua Kelurahan yang ada di Kota Gorontalo.” Ucap Dandim 1403/Gorontalo, Letkol Inf. Allan Surya Lesmana.

Letkol Inf. Allan Surya Lesmana menyebutkan dalam kegiatan Patroli juga pihakny di back up oleh satuan Yonif 713/ST yang juga merupakan Jajaran dari Satuan atas Korem 133/Gorontalo, serta beberapa anggota dari Polri.

Selama pelaksanaan Patroli, ditemukan banyak dari oknum-oknum masyarakat yang pada umumnya merupakan anak-anak remaja bahkan usia dini yang membawa perlengkapan barang tajam dan lain-lain yang berindikasi atau ada kaitanya aksi panah wayer tersebut.

Selanjutnya masih banyaknya anak-anak remaja dibawah umur (masih berstatus pelajar) yang nongkrong Kumpul – kumpul di beberapa tempat umum sambil mengkonsumsi Miras.

“Bukan hanya dari warga yang bedomisili di Kota Gorontalo, namun ada juga yang dari Kabupaten Gorontalo dan Bonebolango. Oleh karenya, dalam tindakan pencegahan ini, kami juga melakukan komunikasi sosial berupa komunikasi sosial secara individu terhadap oknum yang dirazia tersebut serta memberikan penekanan keras terhadap prilaku yang dapat membahayakan orang banyak. Dalam hal penindakan kami dari pihak TNI hanya memeiliki wewenang berupa penindakan pemberian efek jera agar pelaku2 ini tidak melakukan hal – hal yang nerugikan mereka sendiri berupa tindakan jalan jongkok maupun push up serta menelanjngi baju agar supaya ada rasa malu, sehingga para orang tua pun bisa lebih intens kepada anak2nya.” Pungkasnya.

Dialoq Interaktif “Darurat Panah Wayer” Dandim Singgung Kurangnya Pengawasan Orang Tua.

Oleh karenya, dalam tindakan pencegahan ini, kami juga melakukan komunikasi sosial berupa komunikasi sosial secara individu terhadap oknum yang dirazia tersebut serta memberikan penekanan keras terhadap prilaku yang dapat membahayakan orang banyak.

“Dalam hal penindakan kami dari pihak TNI hanya memeiliki wewenang berupa penindakan pemberian efek jera agar pelaku-pelaku ini tidak melakukan hal-hal yang nerugikan mereka sendiri berupa tindakan jalan jongkok maupun push up serta menelanjngi baju agar supaya ada rasa malu, sehingga para orang tua pun bisa lebih intens kepada anak-anaknya.” Tutupnya

Facebook Comments