Home Mimbar Ide PERANG BATAL

PERANG BATAL

0

Oleh : Furqan Jurdi*

Perang dan damai adalah dua hal yang tidak bisa prediksi. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat memunculkan banyak spekulasi, bahwa perang dunia akan kembali di tengah masyarakat kedamaian abad 21.

Kematian Qasem Soelaimani memicu kemarahan Iran. Bendera “balas dendam” di kibarkan di kota Suci Iran, kota kelahiran pemimpin revolusi Iran Imam Khomeini. Di atas kubah Mesjid suci itu bendera berkibar.

Di Media Sosial menjadi Trending Topik World War 3 atau WW3. Dunia melihat ketegangan serius terjadi di kawasan. Setelah mengibarkan bendera balas dendam. kemudian Parlemen Iran akhirnya menerbitkan undang-undang yang menyebut seluruh pasukan militer Amerika Serikat sebagai satuan teroris. Kebijakan itu dianggap sebagai genderang perang. Personel Pentagon, semua perusahaan terafiliasi, lembaga, agen dan komandan sebagai anggota kelompok teroris.

Sebelumnya Pemerintah Amerika juga telah menetapkan  pasukan Garda Revolusi Iran pada April 2019 sebagai organisasi teroris. Untuk pertama kalinya AS memasukkan organisasi militer resmi negara sebagai kelompok teroris.

Meski tuding menuding terus terjadi, perang asimetris berlangsung, kemarahan Iran memuncak setelah Kematian Jenderal andalannya. Kemarahan ini membuat Iran harus membalas dendam.

Serangan terhadap pangkalan militer AS di Iraq terjadi. Menurut media Iran 80 korban jiwa meninggal dalam serangan itu. Sementara media lain menyebut tempat itu telah kosong.

Namun Trump tidak menanggapi serangan balik itu. Tadi Waktu AS, Donald Trump menyampaikan pidatonya dengan menunjukkan kekuatan militernya. “Kekuatan tentara Amerika dalam performen terbaik di masa ku, kekuatan misil kami yg terbesar, paling akurat, paling menghancurkan dengan ukuran yang lebih kecil tapi tercepat, kami juga punya senjata Hypersonic, tapi kami tak mau menggunakan itu” kata Trump.

Entah apa yang ingin disampaikan Trump dengan membanggakan pemerintahannya dan kekuatan militernya. Namun yang mencengangkan ia mengajak Iran berdamai dan bekerja sama.

Kita tentu tercengang. “Wahai Iran kita punya musuh yang sama yaitu ISIS, pada masyarakat dan pemimpin Iran, kami ingin anda punya masa depan dan kesejahteraan yg lebih baik dan lebih layak anda dapatkan, harmoni dengan seluruh bangsa, kami menawarkan perdamaian kepada siapapun yang mencarinya” kata Trump lagi

Pidato Trump mengakhiri ketegangan dunia, perang batal. Tentu ini menjadi satu kelegaan bagi dunia, sebab perang yang diprediksi akan menjadi Perang dunia ke 3 itu batal.

Dua hari sebelum berpidato itu, trump mengajak Negara-negara Eropa untuk menggempur Iran. Namun ajakan itu di tolak. Apakah karena Obsesi perang Trump di tolak negara Eropa, sehingga ia batal meneruskan perang itu?

Atau mungkin Trump sedang mencari jalan untuk keluar dari ketegangannya dengan Parlemen Pasca Pemakzulan terhadap dirinya. Ataukah Trump sedang memainkan irama politiknya untuk memenangkan kembali Kompetisi Pilpres Amerika yang sebentar lagi akan berlangsung?

Atau karena motif yg selama ini yang beredar, bahwa Amerika dan Iran adalah dua “sahabat karib” yang selalu saling menyokong, seperti ketika Amerika menggempur Baghdad 2003 dan mengukuhkan kekuatan Iran atas Irak yang menjadi “musuh bersama” kedua negara?

Bagaimana dengan suriah, Palestina, Lebanon? Milisi Syiah semua ada di sana dan bahkan jumlahnya besar. Kematian Jutaan manusia di Timur Tengah, tidak terlepas dari campur tangan kedua negara itu. Apakah mungkin dua negara akan berperang sementara mereka sama-sama beroperasi di Timur tengah?

Semua itu menjadi misteri sekaligus menjadi pertanyaan di benak publik tentang apa yang sesungguhnya dibalik ketegangan singkat kedua Negara. Para Analisis politik Dunia mengatakan, bahwa kedua negara itu tidak akan mungkin berhadapan secara head to head dalam gelanggan perang.

Berakhirnya ketegangan antar dua negara menjadi satu kesyukuran bersama, bahwa kita masih berada di abad 21 yang damai, tidak ada ketegangan yang berujung pada perang besar. Artinya jutaan nyawa manusia yg terselamatkan. Untuk urusan AS dan Iran hanya Allah swt dan keduanya yang lebih tahu.

Wallahualam Bis shawab.

*) Penulis adalah Ketua Komunitas Pemuda Madani

Facebook Comments