Home Politik Sindir David Bobihoe Soal Lembaga Adat, Sirajudin Dinilai Gagal Paham

Sindir David Bobihoe Soal Lembaga Adat, Sirajudin Dinilai Gagal Paham

0
ADVERTISEMENT

Matakita co (Limboto) – Kisruh persoalan Lembaga Adat masih terus berlanjut, berbagai pandangan dilontarkan oleh beberapa tokoh terkait permasalahan ini. Bahkan, mantan Bupati Gorontalo David Bobihoe menyampaikan pandangannya.

Baru-baru ini, salah seorang tokoh pemuda Sirajudin Hutuba menilai statemen yang dikeluarkan David Bobihoe keliru dan terkesan membenturkan Nelson Pomalingo dengan Dewan Adat.

Menanggapi pernyataan Sirajudin, salah seorang Tokoh Masyarakat Panipi Yakob Mohamad menganggap apa yang disampaikan oleh Sirajudin hanya mencari sensasi belaka dan menyesatkan.

ADVERTISEMENT

Kepada Matakita.co Yakob mengatakan, justru yang disampaikan oleh David Bobihoe mengedepankan etika, bahwa peran Lembaga Adat itu sangat penting dalam politik.

“Ternyata orang-orang yang membaca dan menanggapi negatif itu sangat tidak paham, justru dilembaga Adat itu berkumpulnya tokoh agama yang membicarakan Politik tingkat tinggi, bukan sekedar Politik Praktis.” Ujarnya

Yakob menambahkan, politik tingkat tinggi lembaga adat atau siyasah adalah sebuah praktik politik yang digulirkan untuk menjaga eksistensi lembaga adat yang sebelumnya menjadi kesepakatan bersama rakyat. Sementara Politik kekuasaan itu disebut politik tingkat rendah.

“Praktik politik ini digulirkan demi menjaga eksistensi Lembaga Adat yang telah menjadi kesepakatan bersama bersama rakyat. Sedangkan politik kekuasaan itu lazim disebut politik tingkat rendah (siayasah safilah) adalah porsi  partai politik bagi warga negara. Sementara lembaga adat sebagai lembaga atau organisasi, harus steril dari politik semacam itu.” Tukasnya

Yakob juga menjelaskan, bahwa Lembaga Adat sangat berperan dalam politik, bahkan diharapkan bisa mengambil peran-peran politik.

“Karena Lembaga Adat itu adalah bagian dari sosial kontrol dalam hal apa saja, baik pemerintahan, masyarakat, pembangunan. Itu peran lembaga adat, jadi Lembaga Adat tidak bisa Diam.” Jelas Yakob

Tidak hanya itu, Dirinya juga menegaskan, bahwa Lembaga adat ada dalam politik artinya harus mampu mengontrol kebijakan Pemerintah yang tidak berpihak kepada Publik.

“Lembaga Adat itu kan Politik. Yakni politik emasyarakatan, politik kerakyatan,  dan politik kebangsaan. Apapun kebijakan Pemerintah yang tidak berpihak kepada kepentingan publik, harus dikontrol oleh Lembaga Adat.” Tutupbya

Facebook Comments
ADVERTISEMENT