Home Lensa Terkait RDKK Pupuk Bersubsidi, Pemuda Muhammadiyah Gowa Tekankan Tidak Boleh Ada Kelangkaan

Terkait RDKK Pupuk Bersubsidi, Pemuda Muhammadiyah Gowa Tekankan Tidak Boleh Ada Kelangkaan

0
ADVERTISEMENT

MataKita.co, Gowa – Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan petani di kabupaten Gowa, ketersediaan sarana produksi seperti pupuk bersubsidi sangat penting dalam peningkatan produktivitas dan produksi petani di seluruh wilayah kabupaten Gowa. Oleh karena itu jaminan ketersediaan pupuk bersubsidi merupakan hal yang penting bagi petani dan harus menjadi perhatian lebih oleh pemerintah kabupaten Gowa melalui dinas terkait.

Menanggapi ketersediaan pupuk di Kabupaten Gowa, Pemuda Muhammadiyah Gowa meminta kepada pemerintah agar tidak terjadi kelangkaan pupuk ditengah masyarakat.

Ketua Bidang Buruh, Tani, Nelayan dan ESDM Pimpinan Daerah pemuda muhammadiyah Kabupaten Gowa, Sudirman SP,.MM kepada Matakita.co (21/2/2020) mengatakan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2020 pasal 1 poin 5 yakni Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Pupuk Bersubsidi (RDKK Pupuk Bersubsidi), adalah rencana kebutuhan pupuk bersubsidi untuk 1 (satu) tahun yang disusun berdasarkan musyawarah anggota kelompok tani dan merupakan alat pesanan pupuk bersubsidi kepada pengecer resmi yang ditetapkan secara manual dan/ atau melalui sistem elektronik (e RDKK)”.

ADVERTISEMENT

“Hal Ini menandakan bahwa tidak akan ada kelangkaan pupuk di dalam suatu wilayah karena kouta kebutuhan pupuk yang akan diberikan sesuai dengan usulan daerah masing masing dengan catatan petani sudah terdaftar dalam sebuah kelompok tani dan proses penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan peraturan yang ada” Jelas alumni Pertanian Unismuh ini.

Sudirman menjelaskan, terkait dengan beredarnya beberapa informasi kesulitan petani mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai dengan jumlah kebutuhan mereka di berbagai daerah di kabupaten Gowa. Memang harus menjadi perhatian khusus pemerintah dan semua stack holder yang berkaitan dengan pupuk bersubsidi di kabupaten Gowa.

“Pemerintah dan semua stackholder harus mencari akar maslah terkait fenomena kesulitan yang dihadapi oleh petani seperti yang terjadi di kecamatan Tombolopao. Apakah kesulitan tersebut disebabkan karena masih banyak petani yang belum terdaftar dalam kelompok tani atau memang terjadi kekeliruan dan keterlambatan pada proses penyaluran pupuk bersubsidi. Sistem RDKK pupuk bersubsidi idealnya adalah sistem yang dapat membantu petani memenuhi kebutuhan pupuk sesuai asas 6 (enam) tepat (tepat jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu dan harga)” Jelasnya.

Sudirman menambahkan, Kekurangan pupuk bersubsidi seharusnya tidak boleh terjadi pada petani karena ketika terjadi kekurangan pupuk bersubsidi, pemenuhan pupuk bersubsidi dapat dilakukan melalui realokasi antar waktu atau antar wilayah, hal tersebut tertuang pada permentan nomor 01 Tahun 2020 pasal 13 “apabila alokasi pupuk bersubsidi di suatu wilayah pada bulan berjalan tidak mencukupi, penyaluran dapat dilakukan dengan menggunakan sisa alokasi bulan sebelumnya dan atau dari alokasi bulan berikutnya dengan tidak melampaui alokasi satu tahun.

“Selanjutnya mengingat musim tanam bulan penghujan di beberapa kecamatan di Kabupaten Gowa sudah dimulai. Hal tersebut dapat mengakibatkan kebutuhan petani akan pupuk bersubsidi beberapa bulan kedepan akan meningktat. Oleh karena itu kami berharap pemerintah kabupaten Gowa harus memastikan ketersediaan pupuk berubsidi di seluruh kabupaten Gowa. Setidaknya kerjasama semua stack holder dapat lebih bersinergi, sehingga dapat mengatasi dan memastikan petani tidak mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi disaat memasuki musim tanam kedepannya”Tutupnya.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT