Home Kampus Tak Kunjung Ringankan UKT, IMM Djazman Al Kindi IAIN Kendari Anggap Rektor...

Tak Kunjung Ringankan UKT, IMM Djazman Al Kindi IAIN Kendari Anggap Rektor dan Menag Lukai Hati Mahasiswa

0
ADVERTISEMENT

MataKita.co, Kendari – UKT merupakan kewajiban bagi mahasiswa untuk melanjutkan kuliah di semester selanjutnya, namun hal ini telah mempersoalkan sejumlah mahasiswa dan bahkan seluruh mahasiswa di indonesia telah mempersoalkan hal tersebut.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah(IMM) komisariat Djazman Al-kindi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari salah satu organisasi yang berkencimpung di IAIN KENDARI merasa terpukul.

“Pandemi covid telah memberikan berbagai dampak, baik dari dampak ekonomi budaya dan terlebih-lebih dampak covid terhadap pendidikan. Orang tua mahasiswa di PHK kondisi seperti ini yang membuat orang tua mahasiswa tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari di ikuti dengan pembayaran UKT anaknya. bagaimana kami akan membayar UKT sedang orang tua kami telah di PHK, kemana mahasiswa akan mendapatkan uang untuk membayar UKT” ujar Ahmad Reski, sekbid RPK IMM Djasman Alkindi kepada Matakita via Whatshapp (15/6/2020)

ADVERTISEMENT

Ahmad Reski menjelaskan, beberapa pekan lalu kami menunggu kebijakan dari Rektor namun sampai saat ini kebijakan itu tak kunjung datang. Rektor harus bijak dalam pandemi ini karena ini merupakan tuntutan yang mestinya di respon oleh rektor karena saat ini PHK di mana-mana. Kalau Rektor IAIN Kendari keberatan untuk membebaskan biaya UKT maka mahasiswa meminta agar di berikan potongan UKT yang cukup

Ahmad menjelaskan, Keringanan bisa terjadi ketika berubahan data mahasiswa terkait kemampuan ekonomi orang tua mahasiswa, misal orang tua kena PHK dan tiba-tiba orang tua tersebut tidak bisa membiayai maka itu bisa ajukan keringanan. Keringanan dalam uang kuliah tunggal ini di atur dalam peraturan kemenristekdikti Nomor 39 tahun 2017 tentang UKT.

“Maka dari itu berdasarkan perkataan Mohammad nasir dengan peraturan kemenristekdikti nomro 39 tahun 2017 tentang UKT, mahasiswa menjadi semakin semangat dan makin bersatu dalam menuntut rektor IAIN KENDARI agar memeberikan keringanan biaya UKT”. Kata ahmad reski.

Selain rasa kecewa akibat kebijakan rektor yang tak kunjung datang, ketua bidang kementerian advokasi DEMA FEBI IAIN Kendari ini juga merasa terpukul dengan surat yang di keluarkan oleh kementerian agama RI karena sebelumnya telah mengeluarkan surat dengan nomor B-752/DJ.I/PP.00.9/2002, tentang pemberian diskon UKT sebesar 10%, surat ini di edarkan ketika virus corona dalam masa penyebaran yang laur biasa. namun di batalkan melalui surat edaran dengan nomor B-802/DJ.I/PP.00.9/04/2002.

“kemeterian agama sangat melukai hati seluruh mahasiswa di Indonesia dengan kebijakan dan buruknya itu” ujar Ahmad

“Dengan perubahan surat edaran kementerian agama itu harapan kami agar jangan memberi kebijakan yang sifatnya fleksibel karena kami juga manusia yang mempunyai perasaan”.Tambah ahmad reski

“Kepada ibu rektor, sebagai orang tua kami di dunia kampus pasti tau apa yang menjadi masalah buat anak-anaknya dan sebagai seorang orang tua pasti tau apa yang menjadi penyelesaian dari masalah anak-anaknya” Tutupnya.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT