Home Berdikari Sebut Banjir Sungai Masamba adalah Masalah Baru, PEMDA Lutra Disebut tidak Paham...

Sebut Banjir Sungai Masamba adalah Masalah Baru, PEMDA Lutra Disebut tidak Paham Kondisi Daerah

0
ADVERTISEMENT

MataKita.co, Makassar – Dilansir media portal.luwuutarakab.go.id pada Selasa 30 Juni 2020, dengan berita bertajuk: Bagaimana Cara Mengatasi Banjir di Malangke Raya? Ini Penjelasan DPUPR dan BPBD.

Menanggapi berita tersebut, Jumartono, salah satu pemuda Malangke menganggap Pemda Lutra tidak paham kondisi daerah.

“Banjir Malangke akibat luapan air sungai Masamba ini sudah berlangsung bertahun-tahun bos, makanya saya geram membaca berita yang mengatakan banjir ini adalah masalah baru. Berita tersebut dikeluarkan oleh media resmi PEMDA Luwu Utara oleh karena itu saya menganggap PEMDA Luwu Utara beserta Dinasnya tidak paham kondisi masyarakatnya selama ini,” kata Jumartono.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Jumartono juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemda Luwu Utara karena tidak memperhatikan kondisi wilayahnya selama menjabat.

“Ungkapan pihak Pemda bahwa banjir akibat luapan Air Sungai Masamba adalah masalah baru, menghentak kesadaran masyarakat bahwa ternyata Pemda beserta jajarannya tidak peduli dengan keadaan masyarakatnya, saya beserta masyarakat Malangke kecewa dengan ungkapan tersebut, bahkan geram,” ungkap Jumartono.

Jumartono juga mengajak seluruh elemen masyarakat Malangke agar tidak terbawa arus kepentingan pihak tertentu dalam Pilkada Luwu Utara (yang akan dilaksanakan beberapa bulan kedepan) dan tetap fokus pada upaya penanganan dan penanggulangan banjir.

“Fokus masalah masyarakat Malangke adalah upaya penanganan banjir yang berlangsung bertahun-tahun, untuk itu aktivis dan elemen masyarakat yg peduli dengan kondisi banjir Malangke perlu waspada dengan pihak yang memanfaatkan gerakan ini, apalagi mendekati momen pilkada, banyak penunggang liar, kita semua perlu berhati-hati dan jangan sampai terbawa suasana.

Sebelumnya, berita yang dilansir oleh media portal.luwuutarakab.go.id tersebut di atas adalah respon dari demonstrasi puluhan masyarakat yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Malangke (AMAL) pada Senin, 29 Juni 2020 di Depan Monumen Masamba Affair dan Depan Kantor Bupati Luwu Utara. Mereka menuntut penyelesaian dari pihak Pemda Lutra terhadap banjir di sejumlah titik di kecamatan Malangke dan Malangke Barat yang berlangsung bertahun-tahun.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT