Home Kesehatan Di Tes Hingga 3 Kali, Rustam Akili Dinyatakan Negatif Covid-19

Di Tes Hingga 3 Kali, Rustam Akili Dinyatakan Negatif Covid-19

0

Matakita.co (Limboto) – Dinyatakan Positive Covid-19 pasca mendaftar di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Gorontalo, Rabu (9/9), Calon Bupati Rustam Akili dinyatakan non reaktif dan negatif covid-19 oleh Laboratorium Prodia.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Tim Pemenangan RADG, Reflin Liputo Di Sekretariat Partai NasDem, Minggu (12/09).

Kepada Matakita.co, Reflin menjelaskan, Calon Bupati Rustam Akili melakukan rapid dan swab test di Laboratorium Prodia dengan menggunakan metode pemeriksaan Tiga kali pengambilan sampel.

“ Alhamdulillah, Hasil pemeriksaan dari Klinik Prodia sudah keluar dan hasilnya Negative atau non reaktif. Hasil pemeriksaan pertama atau Rapid Test, Kaka Rustam Akili diambil sampel darahnya. Lalu beliau langsung melakukan Swab Test dengan metode PCR yaitu dengan mengambil sampel air liur, atau mengumpulkan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah. Nah disini, Kaka Rustam menggunakan keduanya, artinya meminta untuk diperiksa hidung dan tenggorokannya,” Jelas Reflin.

Reflin menambahkan, Swab tes dilaksanakan disalah satu Puskesmas  sebagai lembaga yang telah bekerja sama dengan Laboratorium Prodia, yang kemudian kata Reflin diperiksa selanjutnya di Makassar.

“Setelah itu, Hasil Pemeriksaannya di bawa ke Makassar untuk dilakukan uji Swabnya. Dan sekali lagi Alhamdulillah, Hasilnya telah keluar dan Negative,” Tambah Reflin.

Sementara itu, Rustam Akili (RA) selaku Calon Bupati Kabupaten Gorontalo membenarkan hal tersebut.

“Bagi pasangan RA DG, kesehatan adalah hal yang paling penting. Tapi jangan ini dimanfaatkan untuk membunuh karakter lawan-lawan politik. Kita sangat menjunjung tinggi protap kesehatan. Karena dalam visi misi kita adalah kemandirian pangan dan, kesehatan. Olehnya, Jangan yang bukan ahli kesehatan, berbicara kesehatan, biar orang tidak saling tuding menuding,” Jelasnya.

” Saya itu minta tiga kali, karena saya tidak mau kalau cuman sampel tenggorokan makanya saya diambil sampel darah untuk rapid tes, dan setelah itu saya di ambil sampel tenggorokan dan hidung untuk swab. Ini membuktikan bahwa kita mengikuti protap covid-19,” Tambahnya lagi

Tidak hanya itu, RA juga mempertanyakan kejanggalan pemeriksaan kesehatan yang tidak laksanakan secara bersamaan.

” Harusnya kita ini di swab bersamaan, biar jelas. Ini yang jadi tanda tanya, tapi karena RA-DG taap aturan, jadi kita mengisolasi diri,” Ujarnya.

Lebih lanjut, RA meminta kepada pihak penyelenggaraan Pilkada untuk segera merekomendasikan pasangan RA-DG untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Sementara itu, kepala dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo saat di konfirmasi terkait hasil swab tersebut, mengatakan  hal itu bisa saja terjadi.

“Itu bisa, jadi orang yang terkena virus itu, kalau pemeriksaan di balai pom itu, spesimen nya kan diambil tanggal 3, nah kalau hasil pemeriksaan nya positif, berati harus isolasi mandiri selama 14 hari,” Jelasnya.

Namun, Dirinnya juga menambahkan, bahwa yang dinyatakan positif, bisa melakukan swab control tanpa menunggu 14 hari.

” Jadi tidak harus menunggu 14 hari, kita biasa melakukan swab control. 5 hari setalah dinyatakan positif, biasa melakukan swab control, karena di 5 hari itu yang dinyatakan positif, ketika melakukan olahraga, minum vitamin, dan daya tahan tubuh kita kuat, itu bisa dinyatakan negatif. Karena itu biasa saja terjadi dan itu pernah saya lakukan juga,” Tukasnya.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT