Home Politik Tanggapi Penghentian Laporan yang Dialamatkan Kepadanya, Erwin Aksa: Bawaslu Objektif dan Profesional

Tanggapi Penghentian Laporan yang Dialamatkan Kepadanya, Erwin Aksa: Bawaslu Objektif dan Profesional

0
ketua tim pemenangan Appi-Rahman, Erwin Aksa
Advertisement

MataKita.co, Makassar – Erwin Aksa menanggapi santai terkait informasi penghentian laporan dugaan kampanye hitam yang dialamatkan kepadanya sebagai terlapor.

Malahan Ketua Tim Pemenangan Appi-Rahman itu mengapresiasi kinerja dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makassar.

“Alhamdulillah, saya apresiasi kawan kawan Bawaslu bekerja profesional,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2020).

Lebih lanjut atas hasil yang diputuskan Bawaslu Makassar bersama Gakkumdu itu, Ketua DPP Partai Golkar itu menyebut sebuah keputusan yang obyektif.

“Laporan tersebut saya kira Bawaslu Obyektif,” singkatnya.

Sedari awal wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini mengatakan laporan yang dialamatkan kepadanya sama sekali keliru.

Sehingga ia pun sejak awal menanggapi santai dan menegaskan laporan itu tidak mengganggu gerak roda pemenangan Appi-Rahman di Pilwali Makassar 2020 ini.

“Kerja-kerja kita tidak terganggu, semuanya on the track,” tutupnya.

Sebelumnya Kasus pelaporan dugaan melakukan kampanye hitam oleh tim hukum paslon Danny-Fatma terhadap Erwin Aksa, Ketua Tim Pemenangan Appi-Rahman, dihentikan oleh Gakkumdu.

Penghentian pemeriksaan kasus itu karena Gakkumdu, gabungan tiga lembaga negara penegak hukum pemilu yakni Bawaslu, Kejaksaan, dan kepolisian tidak menemukan bukti permulaan untuk melanjutkan ke penyelidikan.

“Bukan Bawaslu yah yang memutuskan seperti itu tapi Sentra Gakkumdu, karena pembahasan ini melibatkan Sentra Gakkumdu yang di dalamnya ada Kepolisian dan Kejaksaan itu tidak memenuhi unsur, ada beberapa unsur di Pasal 187 itu yang tidak bisa dipenuhi,” ucap Koordinator Divisi penindakan dan penanganan pelanggaran Bawaslu Kota Makassar, Sri Wahyuningsih, Kamis (22/10/2020).

Menurut Sri laporan Adama ini tidak memenuhi unsur pelanggaran Pemilu ssbagaimana diatur dalam Pasal 187 Ayat 2 setelah dilakukan pemeriksaan saksi hingga barang bukti.

Olehnya itu setelah melalui proses pembahasan kedua kasus ini diputuskan untuk dihentikan.

“Kami mengundang seperti biasa dalam proses penanganan pelanggaran semua pihak yang terkait misalnya medianya kemudian pelapornya, terlapornya, dan beberapa saksi yang menurut kami juga mengetahui hal tersebut, itu semua sudah kita klarifikasi,” ucapnya.

“Jadi kajian kami itu didasarkan pada hasil klarifikasi dari semua pihak yang kita klarifikasi disertai dengan bukti-bukti yang kami terima, itu yang menjadi dasar pembahasan kami di sentra Gakkumdu dan itu sudah didiskusikan di sentra Gakkumdu dan diputuskan untuk tidak ditindaklanjuti,” sambungnya.(*)

Facebook Comments
ADVERTISEMENT