Home Edukasi Pandemi Covid-19 dan Refleksi Alam

Pandemi Covid-19 dan Refleksi Alam

0
Nurlaela Bonso S.Pd
ADVERTISEMENT

Oleh : Nurlaela Bonso S.Pd*

Pandemi merupakan sebuah epidemi yang telah menyebar ke berbagai benua dan negara, umumnya menyerang banyak orang. Sementara epidemi sendiri adalah sebuah istilah yang telah digunakan untuk mengetahui peningkatan jumlah kasus penyakit secara tiba-tiba pada suatu populasi area tertentu.

Pandemi COVID-19 adalah peristiwa menyebarnya Penyakit koronavirus 2019 (Bahasa Inggris: Coronavirus disease 2019, disingkat COVID-19) di seluruh dunia untuk semua Negara. Penyakit ini disebabkan oleh koronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. Wabah COVID-19 pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Hubei, Tiongkok pada tanggal 1 Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020. Hingga 14 November 2020, lebih dari 53.281.350 orang kasus telah dilaporkan lebih dari 219 negara dan wilayah seluruh dunia, mengakibatkan lebih dari 1.301.021 orang meninggal dunia dan lebih dari 34.394.214 orang sembuh.

Advertisemen

Virus SARS-CoV-2 diduga menyebar di antara orang-orang terutama melalui percikan pernapasan (droplet) yang dihasilkan selama batuk Percikan ini juga dapat dihasilkan dari bersin dan pernapasan normal. Selain itu, virus dapat menyebar akibat menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajah seseorang. Penyakit COVID-19 paling menular saat orang yang menderitanya memiliki gejala, meskipun penyebaran mungkin saja terjadi sebelum gejala muncul. Periode waktu antara paparan virus dan munculnya gejala biasanya sekitar lima hari, tetapi dapat berkisar dari dua hingga empat belas hari. Gejala umum di antaranya  demam, batuk, dan sesak napas. Komplikasi dapat berupa pneumonia dan penyakit pernapasan akut berat. Tidak ada pengobatan antivirus khusus untuk penyakit ini. Pengobatan primer yang diberikan berupa terapi simtomatik dan suportif. Langkah-langkah pencegahan yang direkomendasikan di antaranya mencuci tangan, menutup mulut saat batuk, menjaga jarak dari orang lain, serta pemantauan dan isolasi diri untuk orang yang mencurigai bahwa mereka terinfeksi

Di tengah kepanikan besar warga dunia dalam menghadapi virus corona atau COVID-19, ada sebuah dilema. Di satu sisi, virus corona membawa pukulan keras bagi ekonomi global. Sisi yang tak disangka-sangka, virus ini malah membawa angin segar bagi lingkungan hidup. Bagaimna tidak dengan adanya pandemi COVID 19 memaksa pemerintah di hampir seluruh dunia untuk mengeluarkan kebijakan lock down atau yang lebih kita kenal dengan PSBB  ( Pembatasan Sosial Berskala Besar ).

Dengan adanya Lock down dapat kita lihat mall ditutup, pusat perbelanjaan ditutup, Kendaraan bermotor berkurang sehingga suasana yang biasanya ramai menjadi lengang, udara yang biasanya penuh asap menjadi lebih bersih. Dapat kita katakan  bahwa polusi suara dan polusi udara yang selama ini tidak dapat tertangani menjadi berkurang. Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan adanya pandemi COVID 19 ini kita bisa menikmati keheningan dipagi hari tanpa harus mendengar suara bising kendaraan yang berlalu lalang, kita juga bisa menikmati udara yg bersih, sejuk bebas dari asap kendaraan. Kita lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Dari sini dapat kita katakana bahwa pandemi COVID 19 memberikan manfaat untuk mengembalikan lingkungan yang sehat dan bebas polusi.

Bahkan, COVID-19 dapat dikatakan sebagai sebuah refleksi yang setidaknya dapat menyadarkan manusia bahwa alam memang memiliki kekuatan serta kemampuan dalam melindungi kehidupan kita sebagai manusia. Tetapi, karena kondisinya telah rusak, maka manusia harus berhadapan langsung dengan semua bencana dan selalu menjadi korban dari bencana tersebut. Dalam konteks COVID-19 ini, manusia lalu dapat memberikan kesempatan kepada lingkungan hidup untuk bernapas, memulihkan daya dukung dan daya tampungnya, semisal yang terjadi di Italia. Sehingga orang-orang sadar, COVID-19 bukanlah sekadar siklus alam belaka yang memakan banyak korban jiwa.

Oleh karena itu sebagai umat manusia yang menghuni alam ini, marilah kita bersama untuk selalu menjaga kebersihan alam kita, menghindarkan alam kita dari kerusakan akibat polusi atau pencemaran. Kita mulai dari dalam rumah kita sendiri dengan kegiatan  memilah sampah menggunakan metode 3R (Reuse, Recycle, Reduce), Menghemat energy (Mematikan lampu) yang tidak digunakan, mematikan tv ketika tidak ada yang menonton, mematikan keran air ketika tidak digunakan. Selain kegiatan di atas kita juga dapat mengajak tetangga – tetangga kita untuk membuang sampah secara terjadwal sehingga sampah tidak bertumpuk dan menimbul bau.

 *) Penulis adalah SDN Maradekaya 1 Makassar

Facebook Comments
ADVERTISEMENT