Home Kampus Hari Buruh 2021 ; Memperingati dalam Perjuangan

Hari Buruh 2021 ; Memperingati dalam Perjuangan

0
ADVERTISEMENT

Oleh : Imam Mobilingo*

Hari buruh internasional atau biasa kita kenal sebagai May Day yang jatuh pada setiap tanggal 1 mei merupakan hari bersejarah di mana terjadi demonstrasi besar-besaran serikat buruh di Amerika pada 1 mei 1886, aksi yang dilatarbelakangi oleh upaya pembebasan atas regulasi yang dinilai merugikan untuk kaum buruh itu sendiri. Di indonesia May Day sudah diperingati sejak 1920. Di balik upaya yang dilakukan untuk mendesak pemerintah agar mampu menciptakan regulasi yang bersifat pro pada kaum buruh, alih-alih dengan pilu dan miskin nurani pemerintah mengesahkan Rancangan Undang-undang atau disingkat dengan RUU Cipta kerja/ Undang-undang Omnibus Law Cipta kerja pada 5 oktober 2020 yang dinilai masih sangat jauh dari cita-cita kesejahteraan untuk kaum buruh. Serontak pengesahan RUU Cipta kerja memicu gelombang aksi unjuk rasa dan demonstrasi yang dilakukan baik oleh buruh, nelayan, petani dan mahasiswa. Berbagai respon penolakan hingga judicial review yang dilakukan oleh aliansi buruh yang terdiri dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani (KSPSI AGN)

 Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja dinilai terdapat cacat didalamnya baik segi formil maupun materil. Konsep pembentukkan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang menggabungkan berbagai Undang-Undang yang memiliki subjek atau muatan yang berbeda tidak dikenal dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukkan Peraturan Perundang-Undangan yang selanjutnya disingkat dengan UU P3, serta prosedur pembentukkan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja juga tidak mengikuti ketentuan UU P3. Sedangkan jika dilihat dari segi materil, terdapat berbagai pasal bermasalah di dalamnya baik dari segi Perjanjian waktu kerja Bersama (PKWT), cuti akhir pekan, upah, outsourcing, pesangon dan lainnya.

Advertisemen

kebijakan yang tidak pro buruh ini sangat merugikan kaum buruh dimana seharunya upaya memajukan kesejahteraan umum menjadi poin yang perlu diperhatikan. Hari ini sabtu 1 mai 2021 kita dihadapkan kembali pada momen untuk kembali menyuarakan keresahan atas ketidakadilan yang menimpa kaum buruh, untuk dapat mengubah moment menjadi sebuah momentum dalam rumus fisika perlu adanya massa dan kecepatan, tentu perlu adanya upaya untuk mengerakan kesadaran dalam menjawab panggilan intelektual dalam memperjuangkan hak kaum buruh dan mewujudkan kemakmuran seperti yang ditegaskan pada sila ke-5 Pancasila “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Dimanakah posisi mahasiswa dalam masyarakat dan di tengan kaum buruh?

Mahasiswa diyakini sebagai entitas tersendiri yang berada di atas rakyat. Pernyataan yang lekat akan atribut yang dibawa oleh mahasiswa sebagai agen of change, agen pembawa perubahan, pemimpin masa depan, kelas menengah yang menghubungangkan antara kepentingan rakyat menengah dan pemerintah.

Selamat Hari buruh Internasional yang jatuh pada hari ini 1 mei 2021,selayaknya mahasiswa dengan segala harapan masyarakat yang meringankan setiap langkah perjuangannya, memberikan keharusan untuk mengawal dan aktif mengkritisi segala upaya serta tindakan sadar ketidakadilan pada kaum buruh.

Hidup Mahasiswa
Hidup Rakyat Indonesa
Hidup Buruh Indonesia

*) Penulis adalah Formatur Ketua Umum BEM KM Universitas Hasanuddin

Facebook Comments
ADVERTISEMENT