Home Edukasi Peran Guru Dalam Pendidikan Inklusif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Peran Guru Dalam Pendidikan Inklusif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

0
Nurlaela Bonso S.Pd
ADVERTISEMENT

Oleh : Nurlaela Bonso, S.Pd*

Pendidikan inklusif dapat didefinisikan sebagai sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan bagi siswa normal maupun siswa ABK ( Anak Berkebutuhan Khusus ) untuk mengikuti proses pembelajaran dalam satu lingkungan yang sama. Sistem tersebut memungkinkan siswa yang merupakan Anak Berkebutuhab Khusus yang tidak mengalami disabilitas intelektual untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan sekolah reguler, bukan SLB.

Kecenderungan inklusivitas ini diharapkan mampu mengatasi kesenjangan pendidikan bagi siswa yang merupakan ABK karena anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki potensi serta kecerdasan yang patut dikembangkan. Sayangnya, hingga saat ini belum banyak sekolah yang menerapkan sistem inklusi dan bersedia menerima siswa yang merupakan anak berkebutuhan khusus dengan tangan terbuka. Kehadiran siswa ABK ( Anak Berkebutuhan Khusus ) dikhawatirkan mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) karena sulit menerima dan mencerna materi pelajaran yang diberikan pendidik. Padahal, pengalaman KBM yang melibatkan siswa normal dan siswa ABK ( Anak Berkebutuhan Khusus )  mampu memberikan banyak manfaat yang tidak bisa diperoleh dalam sistem pendidikan biasa.

Beragam Manfaat Pendidikan Inklusi Bagi Siswa yang merupakan ABK ( Anak Berkebutuhan Khusus

Siswa ABK ( Anak Berkebutuhan Khusus ) bisa memperoleh beberapa manfaat berikut ini bila menempuh pendidikan dengan sistem inklusif:

Advertisement

● Perkembangan intelektual siswa yang merupakan ABK ( Anak Berkebutuhan Khusus ) dapat berlangsung secara maksimal bila menerima materi pelajaran sesuai dengan usia dan kapasitas pola pikirnya.

● Kemampuan sosialisasi siswa yang berkebutuhan khusus dapat meningkat secara signifikan. Para ABK memang harus bergaul di lingkungan yang sama dengan anak-anak normal sehingga tidak merasa dikucilkan. Selanjutnya, kemampuan sosialisasi tersebut membuat siswa difabel mampu menyikapi diskriminasi dan bullying dengan cara yang tepat.

● Para siswa difabel juga berkesempatan mempelajari cara merawat diri sendiri bila terbiasa menjalani keseharian dengan siswa-siswa normal.

● Perbedaan yang dihadapi siswa berkebutuhan khusus akan memicu kematangan emosional sehingga tidak mudah merasa rendah diri dan putus asa. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kondisi disabilitas bukanlah halangan untuk melakukan berbagai hal yang dapat dilakukan orang normal.

● Tumbuh kembang alat indra serta anggota tubuh lainnya yang tidak mengalami cacat dapat berlangsung maksimal karena mendapatkan stimulasi setiap hari selama siswa difabel menjalani KBM.

● Motivasi pribadi siswa-siswa yang berkebutuhan khusus untuk hidup mandiri dan menggapai cita-cita akan semakin besar.

● Siswa difabel akan merasa lebih siap menghadapi realita dunia kerja karena tidak mendapatkan perlakuan khusus sejak menempuh pendidikan.

Kesuksesan penyelenggaraan sistem pendidikan inklusif turut mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tanah air secara keseluruhan. Inklusivitas juga dapat menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghargai dalam diri siswa-siswa normal karena siswa difabel juga memiliki hak hidup dan hak pendidikan yang sama.

Peran Guru Kelas dalam melaksanakan Pendidikan Inklusif di kelas adalah :

1. Berkomunikasi secara berkala dengan keluarga, yaitu: orangtua atau wali tentang kemajuan anak mereka dalam belajar dan berprestasi;

2. Bekerja sama dengan masyarakat untuk menjaring anak yang tidak bersekolah, mengajak dan memasukkannya ke sekolah;

3. Menjelaskan manfaat dan tujuan lingkungan inklusi ramah terhadap pembelajaran kepada orangtua peserta didik.

4. Mempersiapkan anak agar berarti berinteraksi dengan masyarakat sebagai bagian dari kurikulum, seperti mengunjungi museum, memperingati hari-hari besar keagamaan dan nasional;

5. Mengajak orangtua dan anggota masyarakat terlibat di kelas;

6. Mengkomunikasikan lingkungan inklusi ramah terhadap pembelajaran kepada orangtua atau wali peserta didik, komite sekolah serta pemimpin dan anggota masyarakat;

7. Bekerja sama dengan para orangtua untuk menjadi penyuluh lingkungan inklusi ramah terhadap pembelajaran di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Setiap guru diharapkan untuk dapat melaksanakan perannya secara maksimal agar dapat memenuhi kebutuh siswa ABK pada saat proses pembelajaran. Hal ini dimksudkan agar siswa ABK dapat merasa nyaman selama proses pembelajaran. Mereka tidak merasa tersisih dan berbeda dengan siswa yang lain. Sebagai guru kita harus mampu mengajak dan mengakomodir semua siswa agar dapat menerima temanya yang merupakan ABK.

 *) Penulis adalah Guru SDN Maradekaya 1 Makassar

Facebook Comments
ADVERTISEMENT