Home Berita Wabup Gorut sebut UMKM ‘jantung’ ekonomi daerah di masa COVID-19

Wabup Gorut sebut UMKM ‘jantung’ ekonomi daerah di masa COVID-19

0
Wabup Gorut Thariq Modanggu, meninjau kantor Disperindagkop dan UMKM terkait pengembangan UMKM di masa COVID-19.
ADVERTISEMENT

Matakita.co Gorontalo Utara – Wakil Bupati (Wabup) Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menyebut usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi ‘jantung’ ekonomi daerah di masa pandemi COVID-19.

“Saya tidak menyangka, jumlah pelaku UMKM di daerah ini sesuai data Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM, mencapai 5.600 pelaku tersebar di 11 kecamatan,” ungkapnya, Minggu.

Keberadaan pelaku UMKM patut didorong mengingat terbukti mereka mampu bertahan di masa pandemi COVID-19.

Maka ucapnya, pemerintah daerah akan berupaya menumbuhkan perekonomian daerah melalui UMKM.

“Saya mendatangi dan mengecek langsung ke Dinas Perindagkop dan UMKM terkait jumlah pelaku dan program intervensi yang telah dilakukan dalam menggairahkan kegiatan UMKM di daerah ini,” tuturnya.

Advertisement
Wabup Gorut Thariq Modanggu, meninjau kantor Disperindagkop dan UMKM terkait pengembangan UMKM di masa COVID-19.

Pemerintah daerah perlu melihat data perkembangan, profil dan klaster usaha termasuk program dari upaya pembinaan yang harus dilakukan.

Termasuk menyusun instrumen monitoring dan evaluasi khususnya untuk memantau keberlangsungan dan kegiatan produksi UMKM.

Apalagi data sangat penting dalam menyusun perencanaan diantaranya untuk pembinaan UMKM.

Wabup juga menginisiasi digelarnya rapat koordinasi terpadu untuk pengembangan UMKM yang perlu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan dunia usaha.

Juga upaya meningkatkan jalur pemasaran dan peningkatan produksi, termasuk peta jalan ‘roadmap’ untuk pembinaan UMKM.

Sasarannya adalah, mengintervensi UMKM unggulan agar dapat produktif, menyerap tenaga kerja dan keberlanjutan dalam menjaga kegiatan ekonominya.

Pemerintah daerah perlu menyadari tuturnya, UMKM menjadi jantung atau tumpuan pengembangan ekonomi masyarakat khususnya di masa pandemi COVID-19.*

Facebook Comments
ADVERTISEMENT