Matakita.co, Makassar– Kerjasama Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin dengan Taiwan International Cooperation and Development Fund (ICDF) dan International Rice Research Institute (IRRI) kembali menggelar workshop internasional dengan tema “Implementation of Smart Farming Innovation Technologies in the 4.0 Era to Strengthen The Food Crop Production for Sustainable Food Security”. Workshop International ini berlangsung selama dua hari dari 7-8 September 2021, melalui zoom dan live youtube.
Pada hari kedua, workshop international menghadirkan dua topik, yaitu The Innovation and Transformation in Agricultural Management toward Smart Farming dan The Application of Drones (Unmanned Aerial Vehicle-UAV) in Agriculture.
Topik pertama membahas dua materi, Digital Technology Development For Agriculture Productivity dan Artificial Intelligent and Digital Dissemination of Organic Based and Water Saving Technology (IPATBO) For Increasing The Rice Productivity In Indonesia.
Dalam materi Digital Technology Development for Agriculture Productivity, Wahyu Wibowo selaku Direktur PT. EarthLine Jakarta menjelaskan bahwa pengembangan teknologi memberikan kemudahan untuk memonitori agrikultural dari jarak jauh. Saat ini, salah satu terobosan terbaru dari pemantauan agrikultural adalah drones. Drones menyumbangkan banyak kemudahan dan fungsi dalam proses pemantauan agrikultural jarak jauh, seperti dapat memberikan gambar pantauan yang lebih jelas, cepat dan juga melalui photochromic.
Di lain pihak, materi Artificial Intelligent and Digital Dissemination of Organic Based and Water Saving Technology (IPATBO) For Increasing The Rice Productivity In Indonesia yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Ir. Tualar Simarmata, M.S, beliau menjelaskan bahwa penyebaran IPATBO dapat dipercepat dengan menggunakan artificial dan digital dalam mempromosikan pertanian berkelanjutan digital. Langkah tersebut dapat menjadi solusi untuk petani digital agar dapat bekerja dengan cerdas dalam mengubah sistem pertanian menjadi lebih sedikit bekerja namun menghasilkan lebih banyak uang.
Topik kedua, yaitu The Application of Drones (Unmanned Aerial Vehicle-UAV) in Agriculture yang merupakan topik terakhir, memuat dua materi. Materi pertama, Implementation of Drone Technology in Rice Plant Mapping oleh Prof. Dr. rer.nat Junun Sartohadi, M.Sc. selaku Dosen Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Agrikultur,Universitas Padjajaran Bandung, dan materi kedua Development of Microwave Remote Sensors for Agricultural Monitoring oleh Prof. Josapht Tetuko Sri Sumantyo.
Prof. Dr. rer.nat Junun Sartohadi, M.Sc dalam materinya mengungkapkan beberapa alasan mengapa UAV dianggap bagus untuk agrikultur. Adapun beberapa poinnya, yaitu UAV memiliki kapasitas yang besar untuk mengoleksi data secara detail, UAV memiliki akurasi yang tinggi dalam menganalisis perbedaan tanah, peningkatan efektifitas dan data real time digital.
Acara dilanjutkan dengan pengumuman 3 pemenang kuis yang diselenggarakan di pertengahan acara, para pemenang akan mendapatkan special souvenir dari panitia penyelenggara.

Acara ditutup dengan penyampaian dari Pro. Dr. Yunus Musa, M.Sc., selaku Ketua Pelaksana, yang mengingatkan bahwa teknologi memiliki keterbatasan ruang dan waktu sehingga kita tidak boleh gegabah dalam menggunakan kehebatan dan permasalahan petani cerdas. Semua harus berdasarkan pada penelitian agrikultur yang cukup mendalam. Beliau juga berharap bahwa workshop ini dapat membangun kerjasama kesuksesan agrikultur.
“Tujuan dari workshop ini adalah untuk membagikan skill dan pengetahuan tentang memaksimalkan produksi dalam mengatasi tantangan, membangun kerjasama untuk kesuksesan agrikultur terutama dalam pengaplikasian teknologi modern dalam bentuk pemanfaatan data dan peralatan,” jelas Pro. Dr. Yunus Musa, M.Sc. (*/jg)






































