Beranda Politik Syukuran Hari Jadi Ke-63, Bupati Maros Paparkan Beragam Pencapaian yang Membanggakan

Syukuran Hari Jadi Ke-63, Bupati Maros Paparkan Beragam Pencapaian yang Membanggakan

0

MataKita.co, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros menggelar syukuran peringatan hari lahir ke-63 tahun. Perayaan tersebut digelar di Gedung Serba Guna, kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, kabupaten Maros, Rabu (27/72022).

Berdasarkan Undang-undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang pembentukan daerah tingkat II, hari lahir Kabupaten Maros jatuh pada 4 Juli. Tema yang diambil “Dengan semangat hari lahir kita tingkatkan potensi daerah menuju Maros yang sejahtera, religius, dan berdaya saing”.

Tema ini menurut Bupati Maros, AS Chaidir Syam merupakan tema yang sangat tepat, sebab selaras dengan kondisi saat ini. Momentum peringatan hari lahir ke-63 memiliki makna khusus bagi Bupati dan Wakil Bupati Maros, Chaidir dan Suhartina Bohari.

ADVERTISEMENT

“Tahun 2022 ini merupakan tahun pertama kebangkitan setelah masa pandemi covid-19 memporak-porandakan kehidupan kita. Sekarang kita sedang gencar mengoptimalkan seluruh potensi daerah yang dimiliki untuk bangkit dari keterpurukan menuju masyarakat Maros sejahtera, religius dan berdaya saing,” sebutnya.

Ditahun kedua pemerintahannya, Pemkab Maros telah membuahkan beragam pencapaian yang membanggakan. Salah satunya adalah raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke 10 kalinya, 9 kali berturut-turut atas pengelolaan keuangan daerah Maros.

“Selain itu, Maros juga lolos mendapatkan penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) dari tingkat pratama ke madya. Pada sektor ekonomi, ditunjukkan dengan pencapaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) perkapita tahun 2021 sebesar 47,88 juta/jiwa, melampaui dari target yakni 46,48 juta/jiwa,” bebernya.

Pertumbuhan ekonomi yang awalnya -10 persen ungkap Chaidir, meningkat jadi 1,36 persen, ini menjadi prestasi yang menggembirakan. Pada pembangunan sosial dengan berbagai kegiatan pembangunan, jumlah penduduk miskin mengalami penurunan dari 37.440 jiwa menjadi 34.110 jiwa dan tingkat kemiskinan juga turun menjadi 9,57 persen.

“Pembangunan Maros tentu ditopang dengan pembangunan dari desa. Alhamdulillah Kabupaten Maros saat ini telah memiliki 13 desa mandiri, 41 desa maju, 24 desa berkembang,” beber Chaidir.

Mendukung proses digitalisasi desa, Wamen PDTT, Budi Arie Setiadi turut hadir untuk melakukan launcing digitalisasi desa di Kabupaten Maros. Menurut Budi, digitalisasi menjadi pembahasan penting seluruh dunia.

“Digitalisasi menjadi konsen seluruh dunia. Dengan digitalisasi, warga desa tidak lagi jadi penonton tetapi bisa juga bisa jadi pelaku,” katanya

Dirinya mengagumi Maros yang memiliki potensi yang sangat besar. Digitalisasi akan membantu masyarakat desa Maros dalam menjual prodak-prodak unggulan desa.

“Maka dari itu digitalisasi menjadi hal penting dalam perkembangan kemajuan masyarakat. Meningkatkan penghasilannya dan kesejahteraannya,” pungkasnya.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT