Beranda Mimbar Ide Sulsel Dilanda Bencana Beruntun Di Penghujung Tahun

Sulsel Dilanda Bencana Beruntun Di Penghujung Tahun

0

Oleh Andi Fairuz Fakhriyah*

Negara tercinta kita Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Di balik sember daya alam yang melimpah, juga menyimpan potensi bencana karena letak geografis Indonesia yang terletak di sirkum Pasifik dan sirkum Mediteranian. Adanya pergeseran antara dua lempengan tersebut akan menimbulkan bencana alam. Bencana alam akan menimbulkan berbagai dampak yang dapat mengganggu kelangsungan hidup dan lingkungan. Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis. Sedangkan menurut WHO bencana (disaster) adalah setiap kejadian yang menyebabkan kerusakan, gangguan ekologis, hilangnya nyawa manusia, atau memburuknya derajat kesehatan atau pelayanan kesehatan pada skala tertentu yang memerlukan respon dari luar masyarakat atau wilayah yang terkena. Maka dari itu, bencana merupakan peristiwa hukum yang menimbulkan akibat hukum dan hal ini perlu perhatian khusus oleh pemerintah dan kesadaran dari masyarakat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat saat ini sudah 3.383 kejadian bencana telah terjadi diseluruh wilayah Indonesia tak luput daerah Sulawesi Selatan. Memasuki November-Desember 2022 hujan deras yang mengguyur daerah tercinta kita telah menyebabkan banjir, angin yang kencang dan tanah longsor yang menimbulkan banyak kesedihan dan kehilangan yang dirasakan di penghujung tahun 2022.

Suatu bencana alam tidak akan terjadi pada satu orang saja. Ini adalah musibah bersama yang harus kita hadapi dengan bersama-sama juga, Bencana alam terjadi diluar kendali kita, yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut. Penanggulangan bencana dapat dilakukan melalui tiga tahapan yang perlu diperhatikan mulai dari prabencana, saat bencana, dan pascabencana. Diperlukan langkah-langkah untuk mengurangi risiko, baik korban jiwa, kerugian material maupun psikososial. Seperti perlunya data yang lengkap pada lokasi titik rawan bencana dan dampak yang diakibatkan, hal ini perlu menjadi perhatian khusus, agar penanggulangan dan penanganan bencana dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat. Sekaligus perlu ada kesadaran, gotong royong dari masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Kemudian  saat terjadi cuaca ekstrem segera berpindah dan menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman sebagai langkah mitigasi bencana.

Bencana alam ini bukanlah menjadi salah siapa-siapa, tetapi ini adalah bentuk ujian yang diberikan tuhan kepada kita supaya kita bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya, Kekuatan kita akan diuji terhadap bagaimana kita menghadapi bencana kali ini. Sepertinya Tuhan memang memberikan ujian kepada hamba-Nya agar kita semua bisa belajar dan naik level ke arah yang lebih baik. Jangan pernah takut dengan bencana yang bisa menimpa kita sewaktu waktu. Akan tetapi takutlah terhadap dosa dosa yang kita lakukan, semoga bencana ini bisa menyadarkan kita untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi untuk menyambut kebahagiaan di tahun 2023. Karna Satu Bumi untuk masa depan, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.

)*Penulis adalah Duta Lingkungan Sulawesi Selatan

 

Facebook Comments
ADVERTISEMENT