
Matakita.co, Maros — Pemilihan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maros menjadi momentum strategis dalam menentukan arah gerakan pemuda ke depan. Di tengah dinamika yang berkembang, dukungan terhadap figur potensial mulai menguat dari berbagai organisasi kepemudaan.
Salah satu dukungan datang dari Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Maros, Zulfadly, yang secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Alwan Akbar Jaya.
Menurutnya, KNPI membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya mampu berkomunikasi, tetapi juga mampu merangkul seluruh elemen pemuda serta menghadirkan kerja nyata.
“Momentum pemilihan KNPI hari ini adalah momentum penting untuk menyatukan kembali energi pemuda. Kita membutuhkan figur yang mampu merangkul dan menghadirkan dampak nyata,” tegasnya.
Zulfadly menilai Alwan sebagai figur muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, serta semangat kolaborasi yang kuat.
Alwan Akbar Jaya, yang lahir di Maros pada 1 November 2000, dikenal sebagai sosok muda dengan pengalaman organisasi dan profesional yang cukup matang. Ia menempuh pendidikan di SMA IT Al Ishlah Maros dan melanjutkan studi hingga meraih gelar Sarjana Sosial di Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Saat ini, Alwan juga dipercaya sebagai tenaga ahli di Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, yang semakin memperkuat kapasitasnya dalam memahami isu-isu kebijakan dan pemberdayaan masyarakat.
Di bidang organisasi, rekam jejak Alwan terbilang panjang. Ia aktif sejak masa sekolah melalui OSIS, kemudian berlanjut di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), hingga Pemuda Muhammadiyah. Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang dinilai progresif, adaptif, dan berorientasi pada kolaborasi.
Menurut Alwan, keputusannya maju sebagai calon Ketua DPD KNPI Maros dilandasi keinginan kuat untuk menghadirkan organisasi kepemudaan yang lebih aktif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“KNPI harus menjadi wadah yang hidup, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan pemuda hari ini,” ujarnya.
Zulfadly menambahkan, dukungan Pemuda Muhammadiyah bukan sekadar sikap politik sesaat, melainkan bagian dari ikhtiar kolektif untuk mendorong hadirnya kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan generasi muda Maros.
Ia juga menyoroti kompleksitas persoalan pemuda, mulai dari lapangan kerja, pendidikan, hingga minimnya ruang aktualisasi.
“KNPI tidak boleh hanya menjadi tempat seremonial. KNPI harus hidup, aktif, dan menjadi wadah perjuangan pemuda. Kami melihat semangat itu ada pada Alwan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen organisasi kepemudaan, komunitas, dan pemuda independen untuk mengawal proses pemilihan secara demokratis, sehat, dan bermartabat.
“Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar, tetapi persatuan pasca pemilihan harus tetap dijaga demi kepentingan pemuda Maros,” ungkapnya.
Dukungan ini dinilai menjadi energi baru dalam dinamika pemilihan Ketua KNPI Maros. Dengan basis kaderisasi yang kuat, Pemuda Muhammadiyah menjadi salah satu elemen penting dalam peta gerakan kepemudaan di daerah.
Zulfadly pun optimistis, dengan kepemimpinan yang tepat, KNPI Maros dapat tampil sebagai organisasi yang lebih progresif, inklusif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (*/Rp)








































