Beranda Mimbar Ide Opini Membangun Mimpi Tanpa Stunting; Strategi Perubahan Perilaku di Puskesmas Karanganom

Membangun Mimpi Tanpa Stunting; Strategi Perubahan Perilaku di Puskesmas Karanganom

0
ilustrasi

Oleh : Nurul Auliyah

(Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat Pascasarjana UIN Alauddin Makassar)

Stunting merupakan ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa, dengan angka prevalensi nasional yang masih cukup tinggi. Di wilayah kerja Puskesmas Karanganom, Kabupaten Klaten, ditemukan bahwa salah satu hambatan utama dalam penanganan masalah ini adalah sikap ibu terhadap stunting itu sendiri. Mengacu pada Theory of Planned Behavior (TPB) oleh Icek Ajzen, perilaku sehat tidak muncul secara kebetulan, melainkan dibentuk oleh niat yang didorong oleh tiga pilar: sikap positif, dukungan lingkungan (norma sosial), dan rasa mampu (kontrol perilaku).

Sebagai langkah intervensi nyata, Puskesmas Karanganom menerapkan program Kolaborasi Interprofesional (IPC) selama tiga bulan. Program ini tidak hanya mengandalkan satu profesi kesehatan, melainkan mengintegrasikan keahlian dokter, perawat, bidan, ahli gizi, hingga petugas kesehatan lingkungan untuk memberikan konseling terpadu kepada para ibu. Sesuai dengan teori Ajzen, keterlibatan tim ahli ini bertujuan untuk membangun sikap positif ibu melalui pemahaman gizi yang mendalam, sekaligus memperkuat norma sosial melalui pemberdayaan kader kesehatan.

Hasil dari intervensi kolaboratif ini terbukti sangat efektif dalam mengubah cara pandang masyarakat. Sikap ibu terhadap pencegahan stunting meningkat secara signifikan dari nilai rata-rata 9,68 menjadi 16,52. Selain itu, peran kader kesehatan sebagai jembatan informasi utama di masyarakat turut diperkuat, di mana sikap positif mereka meningkat drastis dari 40% menjadi 93,33% setelah mengikuti program IPC. Hal ini menunjukkan bahwa ketika ibu merasa didukung oleh tenaga profesional yang kompeten dan lingkungan sosial yang peduli, niat untuk memberikan nutrisi terbaik bagi anak akan bertransformasi menjadi tindakan nyata.

Kesimpulannya, intervensi di Puskesmas Karanganom membuktikan bahwa kunci keberhasilan penurunan stunting terletak pada kemampuan kita menjembatani pengetahuan dengan perubahan perilaku melalui dukungan lintas sektor. Dengan sinergi yang solid, setiap orang tua akan memiliki kontrol perilaku yang lebih baik untuk memastikan anak-anak mereka tumbuh sehat dan bebas dari risiko stunting demi masa depan yang lebih berkualitas.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT