MataKita.co, Makassar — Mahasiswa lintas organisasi Universitas Islam Makassar (UIM) yang tergabung dalam Aliansi Kamisan UIM gelar kegiatan perdana bertajuk Refleksi Reformasi 1998. Kegiatan tersebut berlangsung di samping Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIM, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 9, Makassar. Rabu, (21/5/2026).
Mengusung tema “Mengenang Perjuangan, Pelanggaran HAM, dan Sistem Politik Militeristik”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk kembali mengingat perjalanan reformasi serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial di tengah masyarakat.
Koordinator Lapangan, Muh. Fiqry Marsekal, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan merawat ingatan kolektif mahasiswa terhadap sejarah perjuangan reformasi dan isu-isu kemanusiaan.
“Capaian dari kegiatan ini adalah bagaimana merawat ingatan kolektif mahasiswa UIM sebagai agent of change dan social control yang terus hadir di tengah masyarakat serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya, Ketua IPPM Pangkep Koordinator UIM ini.
Fiqry yang merupakan pengurus SEMA FISIP UIM menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak dan organisasi kemahasiswaan yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Adapun organisasi yang turut berpartisipasi di antaranya SEMA FISIP UIM, SEMA FKIP UIM, SEMA Fakultas Hukum UIM, SEMA FIK UIM, Altruis UIM, Formakar, serta IPPM Pangkep Koordinator UIM.
Sementara itu, Ketua Umum SEMA FKIPS UIM, Bahtera Thoriq Khoufi, menyampaikan bahwa gerakan Kamisan UIM lahir dari solidaritas mahasiswa yang muncul akibat keresahan terhadap berbagai persoalan yang terjadi, baik di tingkat nasional maupun internal kampus.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena esensi gerakan Kamisan UIM adalah bagaimana membangun solidaritas mahasiswa yang lahir dari keresahan melihat realitas belakangan ini, baik dalam lingkup nasional maupun di UIM sendiri,” katanya.
Hal senada disampaikan perwakilan Altruis UIM, Zoni. Ia berharap kegiatan reflektif semacam itu tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan terus dirawat dan dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kegiatan seperti ini jangan hanya menjadi momentum seremonial, tetapi harus terus dirawat agar dapat berkelanjutan ke depannya,” tuturnya.
Melalui kegiatan perdana tersebut, Aliansi Kamisan UIM berharap dapat membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap sejarah perjuangan demokrasi, isu hak asasi manusia, serta pentingnya menjaga nilai-nilai keadilan sosial di tengah kehidupan masyarakat.








































