Beranda Lensa Momentum Hari Lahir Pancasila, Pemuda Muhammadiyah Batulicin Bahas Kekuatan Ideologi Bangsa

Momentum Hari Lahir Pancasila, Pemuda Muhammadiyah Batulicin Bahas Kekuatan Ideologi Bangsa

0

Matakita.co, Tanah bumbu – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Batulicin menggelar dialog publik secara virtual dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Selasa (2/6/2026). 

Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom Meeting itu mengangkat tema “Pancasila di Tengah Polarisasi Politik: Masihkah Menjadi Titik Temu?” sebagai upaya mengkaji kembali relevansi nilai-nilai Pancasila dalam menjaga persatuan bangsa di tengah meningkatnya pembelahan politik dan arus informasi digital.

Dialog tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, pemerintah daerah, dan aktivis kepemudaan. Mereka adalah Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tanah Bumbu Nahrul Fajeri, Rizal Pauzi yang merupakan Direktur Polinet sekaligus dosen FISIP Universitas Hasanuddin,  dosen Politeknik Batulicin Faisal Yuliansyah, serta Ketua PCPM Batulicin Muhammad Sulfihidayatullah.

Ketua PCPM Batulicin Muhammad Sulfihidayatullah menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh dipahami sebatas simbol atau seremonial tahunan. Menurut dia, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini menuntut aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama di ruang digital yang rentan terhadap penyebaran hoaks dan polarisasi.

“Pancasila adalah kontrak sosial yang final, namun implementasinya harus terus diperbarui agar relevan dengan tantangan generasi Z dan milenial. Di tengah badai hoaks dan polarisasi digital, Pancasila harus hadir sebagai filter moral sekaligus perekat sosial yang nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan, PCPM Batulicin berkomitmen menghadirkan ruang-ruang dialog yang konstruktif bagi generasi muda agar mampu menyalurkan energi kritis secara positif serta memperkuat kesadaran kebangsaan.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Tanah Bumbu Nahrul Fajeri menyampaikan bahwa penguatan ideologi kebangsaan merupakan agenda yang harus terus dijalankan, khususnya kepada generasi muda.

“Penguatan ideologi kepada generasi bangsa harus tetap kita jalankan, khususnya kepada pemuda Tanah Bumbu,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Rizal Pauzi menyoroti fenomena polarisasi politik yang menurutnya semakin kompleks akibat perkembangan media sosial.

Ia menilai kontestasi politik dewasa ini tidak lagi semata-mata berorientasi pada perdebatan program, tetapi kerap bergeser menjadi pertarungan identitas yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“Polarisasi politik hari ini diperparah oleh algoritma media sosial yang menciptakan ruang gema atau echo chamber. Pancasila masih sangat relevan menjadi titik temu, asalkan kepentingan publik ditempatkan di atas kepentingan politik elektoral jangka pendek,” ujar Rizal.

Menurut dia, nilai-nilai Pancasila dapat berfungsi sebagai pedoman etik dalam kehidupan demokrasi sekaligus menjadi instrumen pemersatu di tengah perbedaan pandangan politik. Karena itu, edukasi politik berbasis nilai kebangsaan perlu terus diperkuat melalui lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan komunitas kepemudaan.

Dialog publik tersebut mendapat antusiasme peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat umum. Berbagai pertanyaan dan pandangan kritis mengemuka dalam diskusi yang berlangsung interaktif.

Melalui kegiatan ini, PCPM Batulicin berharap semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila tidak hanya diperingati secara simbolik, tetapi juga menjadi landasan dalam membangun ruang publik yang sehat, inklusif, dan demokratis di tengah dinamika politik yang terus berkembang.

Facebook Comments Box