Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menggelar Pengambilan Sumpah Profesi Ners dan Profesi Bidan di Gedung Indoor David Bobihoe Akib, Rabu (1/7/2026).
Pengambilan sumpah ini menjadi penanda kesiapan para lulusan untuk mengemban tanggung jawab sebagai tenaga kesehatan profesional yang siap mengabdi, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Dekan FIKES UMGO, Dr. Zuriati Muhamad, mengatakan FIKES UMGO terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten. Hal itu dibuktikan dengan tingkat kelulusan Uji Kompetensi (Ukom) yang secara konsisten berada di atas 90 persen.
“Alhamdulillah, lulusan FIKES UMGO selalu memperoleh hasil yang sangat baik, dengan tingkat kelulusan Uji Kompetensi di atas 90 persen. Terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu dosen atas dedikasinya dalam mendidik mahasiswa hingga berhasil mencapai tahap ini,” ujarnya.
Menurutnya, tenaga kesehatan saat ini tidak cukup hanya menguasai keterampilan klinis. Seorang perawat maupun bidan juga harus mampu berkolaborasi dengan berbagai profesi kesehatan, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta menjunjung tinggi etika profesi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, FIKES UMGO terus berkembang. Dari yang semula memiliki empat program studi, kini telah bertambah menjadi tujuh program studi. Baru-baru ini FIKES UMGO juga menyelenggarakan workshop Anestesi dan Informatika Medis sebagai bagian dari penguatan kualitas akademik.
“Tingginya animo masyarakat menjadi bukti bahwa kepercayaan terhadap FIKES UMGO terus meningkat. Kami akan terus mengembangkan kualitas pendidikan, fasilitas pembelajaran, serta meningkatkan kualitas lulusan,” katanya.
Dr. Zuriati turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo yang telah membuka peluang bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat melalui berbagai kegiatan praktik dan pelayanan kesehatan.
“Kami berharap lulusan kami dapat segera terserap di dunia kerja. Terima kasih juga kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada UMGO. Alhamdulillah, hari ini kepercayaan itu telah membuahkan hasil,” tambahnya.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Gorontalo, Ns. Vik Salamanya, S.Kep., M.Kes., mengatakan peluang kerja bagi lulusan Ners tidak hanya tersedia di dalam negeri, tetapi juga terbuka lebar di luar negeri.
“Di tingkat pusat, kami terus membahas masa depan profesi perawat, terutama terkait lapangan kerja karena jumlah lulusan Ners terus bertambah setiap tahun. Peluang bekerja di luar negeri juga semakin terbuka. Alhamdulillah, lulusan UMGO sudah ada yang berkarier di luar negeri. Ini menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki UMGO. Karena itu, persiapkan diri sebaik mungkin agar mampu bersaing,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Gorontalo, Erfina Hasania, S.ST., M.Kes., mengajak para lulusan untuk bangga menjadi bagian dari UMGO dan terus menjaga nama baik almamater melalui pelayanan yang profesional dan humanis.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Dr. dr. Anang S. Otoluwa, MPPM., menilai lulusan profesi kesehatan perlu mendapatkan pendampingan sebelum memasuki dunia kerja, termasuk bagi mereka yang ingin berkarier di luar negeri.
“Peserta yang mengikuti seleksi kerja perlu mendapatkan pelatihan maupun pendampingan dari organisasi profesi seperti PPNI dan IBI. Begitu juga bagi yang akan bekerja di luar negeri, harus dipersiapkan dengan baik melalui lembaga yang mendampingi hingga mereka memperoleh kepastian pekerjaan, tempat tinggal, dan berbagai kebutuhan lainnya,” katanya.
Wakil Rektor I UMGO, Dr. Muh. Firyal Akbar, menyampaikan apresiasi kepada FIKES UMGO atas keberhasilannya menyelenggarakan proses pendidikan yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa peluang kerja lulusan UMGO kini tidak lagi terbatas di tingkat lokal maupun nasional.
“Saat ini peluang kerja alumni bukan hanya di daerah atau nasional, tetapi sudah terbuka hingga ke luar negeri. UMGO kini tidak lagi hanya berbicara pada skala nasional, tetapi juga mulai menunjukkan eksistensinya di tingkat internasional,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa UMGO terus mendorong Program Studi Keperawatan menjadi program studi unggul melalui peningkatan kualitas laboratorium, khususnya penyediaan peralatan praktik untuk program studi keperawatan dan kebidanan.
Di akhir sambutannya, Firyal berpesan kepada para lulusan agar menjalankan profesinya dengan penuh ketulusan.
“Layanilah masyarakat tanpa membeda-bedakan siapa pun yang dirawat. Berikan senyum, edukasi masyarakat, dan jadilah tenaga kesehatan yang profesional sekaligus humanis,” pesannya.
Jika untuk media online, berita ini sudah menggunakan pola piramida terbalik dengan fokus pada peluang kerja hingga luar negeri sebagai nilai berita utamanya.








































