Beranda Kampus Tim MENENNUNGENG PPK Ormawa UKM KPI Unhas Terapkan Irigasi Pintar Berbasis IoT...

Tim MENENNUNGENG PPK Ormawa UKM KPI Unhas Terapkan Irigasi Pintar Berbasis IoT di Bone

0

MataKita.co, Bone – Tim MENENNUNGENG Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengimplementasikan teknologi Alternate Wetting and Drying (AWD) berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone. Inovasi tersebut dikembangkan sebagai solusi pertanian cerdas yang mampu menghemat penggunaan air sekaligus mendukung praktik budidaya padi rendah emisi.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan petani melalui penerapan teknologi digital dalam pengelolaan irigasi. Selain meningkatkan efisiensi penggunaan air, teknologi tersebut diharapkan memperkuat kemampuan petani menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan di sektor pertanian.

AWD merupakan metode pengelolaan irigasi yang menerapkan siklus penggenangan dan pengeringan sawah secara bergantian. Berbeda dengan sistem konvensional yang mempertahankan lahan selalu tergenang, metode ini memberikan kesempatan bagi tanah memperoleh oksigen sehingga mampu menekan pembentukan gas metana (CH₄), salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Selain menurunkan emisi, penerapan AWD juga mampu menghemat penggunaan air irigasi sekitar 15–30 persen. Efisiensi tersebut berpotensi menekan biaya pemompaan air, mengurangi limpasan pupuk dan pestisida ke badan air, serta mempercepat proses dekomposisi jerami sehingga mengurangi praktik pembakaran sisa panen.

Melalui Program PPK Ormawa, Tim MENENNUNGENG mengembangkan sistem AWD berbasis IoT dengan memanfaatkan sensor yang memantau kondisi muka air sawah secara real time. Data yang dihasilkan menjadi dasar bagi petani untuk menentukan waktu pengairan maupun pengeringan lahan secara lebih tepat sesuai prinsip AWD.

Pemanfaatan teknologi tersebut membuat pengelolaan irigasi menjadi lebih presisi, penggunaan air lebih efisien, serta mendukung pengambilan keputusan dalam budidaya padi berbasis data.

Tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tim mahasiswa juga memberikan edukasi dan pendampingan kepada petani mengenai prinsip kerja AWD, penggunaan perangkat IoT, serta pentingnya efisiensi air sebagai strategi adaptasi terhadap perubahan iklim. Pendampingan ini diharapkan meningkatkan kapasitas petani dalam mengadopsi teknologi pertanian modern yang lebih produktif dan ramah lingkungan.

Secara global, AWD telah diterapkan di berbagai negara Asia seperti Indonesia, Filipina, dan Vietnam sebagai bagian dari pengembangan climate-smart agriculture. Metode ini juga telah memperoleh pengakuan dalam berbagai skema internasional, termasuk Japan’s Joint Crediting Mechanism (JCM), Verra (Verified Carbon Standard), Gold Standard, dan Thailand Voluntary Emission Reduction Program (T-VER), sehingga berpotensi menghasilkan kredit karbon dari pengurangan emisi gas rumah kaca.

Ketua Tim MENENNUNGENG PPK Ormawa UKM KPI Unhas berharap implementasi teknologi AWD berbasis IoT di Desa Kajaolaliddong dapat menjadi model pengembangan pertanian cerdas yang mudah direplikasi di berbagai daerah. Selain meningkatkan produktivitas dan efisiensi penggunaan air, inovasi tersebut juga membuka peluang pengembangan pertanian rendah emisi yang mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi melalui potensi perdagangan kredit karbon di masa depan

Facebook Comments Box