Beranda Kampus Unhas dan BPJS Kesehatan Perkuat Tridarma untuk Optimalisasi Program JKN

Unhas dan BPJS Kesehatan Perkuat Tridarma untuk Optimalisasi Program JKN

0

MataKita.co, Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) dan BPJS Kesehatan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui implementasi tridarma perguruan tinggi. Sinergi tersebut diwujudkan dengan mengintegrasikan literasi JKN ke dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya membangun pemahaman yang lebih luas mengenai sistem jaminan sosial kesehatan nasional.

Kerja sama ini bertujuan memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memahami sistem jaminan sosial kesehatan sebagai bagian dari pelayanan publik yang mendukung pembangunan nasional. Selain pendidikan, kolaborasi juga mencakup pengembangan kajian ilmiah, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan kepesertaan aktif JKN di lingkungan Universitas Hasanuddin.

Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian Unhas, Prof. Ir. Suharman Hamzah, S.T., M.T., Ph.D. (Eng.), HSE-Cert., mengatakan kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari hubungan yang telah lama terjalin antara Unhas dan BPJS Kesehatan.

“Kami memiliki sejarah kolaborasi yang panjang dengan BPJS Kesehatan. Ini bukan sesuatu yang baru. Orientasi perguruan tinggi saat ini telah berkembang melampaui pelaksanaan tridarma dalam pengertian konvensional. Kampus dituntut menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Prof. Suharman, kemitraan ini juga menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa dengan pengalaman belajar yang relevan terhadap kebutuhan pembangunan, sehingga lulusan Unhas mampu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan.

Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional, Muttaqien, MPH., AAK., menilai Universitas Hasanuddin memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia di Kawasan Timur Indonesia. Ia menyebut banyak alumni Unhas yang telah berkiprah di BPJS Kesehatan dan menunjukkan kapasitas profesional yang baik.

Sementara itu, Kepala Corporate University BPJS Kesehatan, Octovianus Ramba, S.Si., Apt., AAAK., menjelaskan kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari strategi memperkuat implementasi Program JKN, terutama dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai sistem jaminan sosial kesehatan.

“Melalui kerja sama ini kami ingin meningkatkan literasi masyarakat mengenai sistem jaminan sosial kesehatan melalui perguruan tinggi. Kami berharap Unhas dapat menjadi pionir dalam membangun literasi JKN sehingga lulusan Unhas mampu menjadi agen edukasi ketika kembali ke masyarakat,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen, Universitas Hasanuddin dan BPJS Kesehatan menandatangani Nota Kesepahaman tentang Penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi dan Optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional. Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Dr. Vetty Yulianty Permanasari, S.Si., M.P.H., bersama Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc.

Pada kegiatan yang berlangsung Kamis (23/7/2026), implementasi kerja sama diwakili oleh Kepala Corporate University BPJS Kesehatan, Octovianus Ramba, S.Si., Apt., AAAK., dan Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian Unhas, Prof. Ir. Suharman Hamzah, S.T., M.T., Ph.D. (Eng.), HSE-Cert.

Kedua institusi juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelaksanaan Pembelajaran Modul Muatan Jaminan Sosial Kesehatan. Melalui perjanjian ini, materi Jaminan Kesehatan Nasional akan diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran di Universitas Hasanuddin sebagai bagian dari penguatan literasi jaminan sosial kesehatan di lingkungan perguruan tinggi.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat terhadap sistem JKN melalui peran strategis perguruan tinggi, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan kesehatan nasional. Inisiatif ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses dan literasi jaminan kesehatan.

Facebook Comments Box