MataKita.co, Sidrap – Kesehatan mental anak tidak hanya berkaitan dengan penanganan gangguan psikologis, tetapi juga dimulai dari kemampuan mengenali dan memahami emosi sejak dini. Berangkat dari pemahaman tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan program edukasi “Petualangan Mengenal Emosiku” di SD Negeri 03 Amparita, Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari Program SEJIWA (Sehat Jiwa Bersama Warga) ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mental anak melalui pengenalan emosi sebagai bekal membangun karakter, kemampuan berempati, dan hubungan sosial yang sehat.
Penanggung jawab kegiatan, Zahra Zalzabila, mahasiswa semester VI Program Studi Psikologi Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa kemampuan mengenali serta mengekspresikan emosi merupakan keterampilan hidup yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar.
“Anak-anak perlu memahami bahwa setiap emosi, seperti senang, sedih, marah, maupun takut, merupakan hal yang wajar. Yang penting bukan menghilangkan emosinya, melainkan belajar mengekspresikannya dengan cara yang tepat. Dengan begitu, mereka akan lebih mudah berkomunikasi, menyelesaikan konflik secara positif, serta menghargai perasaan orang lain,” ujar Zahra.
Untuk memudahkan siswa memahami materi, mahasiswa KKN memanfaatkan film animasi Inside Out sebagai media pembelajaran interaktif. Film tersebut dipilih karena menggambarkan berbagai emosi dasar yang selaras dengan teori Basic Emotions dari psikolog Paul Ekman, seperti senang, sedih, marah, takut, jijik, dan terkejut.
Melalui karakter-karakter dalam film tersebut, siswa diajak mengenali berbagai jenis emosi, memahami penyebabnya, serta mengetahui fungsi setiap emosi dalam kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran kemudian dipadukan dengan diskusi interaktif, permainan edukatif, sesi tanya jawab, hingga berbagi pengalaman pribadi. Pendekatan partisipatif ini membuat siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengaitkan pengetahuan yang diperoleh dengan pengalaman mereka sendiri.
Suasana kegiatan berlangsung penuh antusiasme. Para siswa aktif menjawab pertanyaan, menceritakan pengalaman saat merasakan berbagai emosi, serta berdiskusi mengenai cara merespons perasaan secara sehat. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa anak-anak mulai memahami setiap emosi memiliki fungsi dan dapat diekspresikan tanpa menyakiti diri sendiri maupun orang lain.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN membagikan Jurnal Mengenal Emosiku, sebuah media refleksi sederhana yang membantu siswa mencatat emosi harian menggunakan stiker ekspresi. Melalui jurnal tersebut, anak-anak dilatih mengenali perubahan emosinya, memahami penyebab munculnya perasaan tertentu, serta membiasakan diri mengungkapkan emosi secara sehat.
Tidak hanya itu, tim KKN juga memasang Poster “Galeri Emosiku” di lingkungan sekolah. Poster tersebut berisi berbagai jenis emosi, contoh situasi yang memicunya, serta cara mengekspresikannya secara positif sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran berkelanjutan bagi siswa, guru, maupun warga sekolah.
Melalui program ini, mahasiswa berharap pengenalan emosi dapat menjadi kebiasaan yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan mengenali dan mengelola emosi diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan saling menghargai.
Program “Petualangan Mengenal Emosiku” merupakan rangkaian pertama dari Program SEJIWA (Sehat Jiwa Bersama Warga) yang diinisiasi mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin di Kelurahan Amparita. Pada tahap berikutnya, mahasiswa akan melaksanakan program “Jaga Jiwa, Peduli Sesama” yang menyasar masyarakat umum sebagai upaya memperluas literasi kesehatan mental dan mendorong terciptanya lingkungan yang semakin peduli terhadap kesehatan jiwa.








































