Beranda Kampus Mahasiswa Ilmu Gizi Unhas Mulai EBL II di Labakkang, Fokus Ukur Status...

Mahasiswa Ilmu Gizi Unhas Mulai EBL II di Labakkang, Fokus Ukur Status Gizi Kelompok Rentan

0

MataKita.co, Makassar – Mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam kegiatan Evidence Based Learning (EBL) II Posko Kelurahan Labakkang resmi memulai rangkaian kegiatan lapangan melalui Seminar Awal EBL II yang digelar di Kelurahan Labakkang, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pelaksanaan EBL II sekaligus forum untuk memaparkan rencana program yang akan dijalankan mahasiswa selama berada di tengah masyarakat. Seminar tersebut dihadiri oleh Lurah Labakkang Abdul Haris, S.Sos., perwakilan Puskesmas Labakkang, dosen pendamping EBL II Dr. Healthy Hidayanty, S.K.M., M.Kes., Dietisien, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah unsur pemerintah dan mitra kesehatan.

Dalam sambutannya, Dr. Healthy Hidayanty berharap masyarakat dapat mendukung seluruh rangkaian kegiatan mahasiswa, terutama pada proses pendataan dan pengukuran di lapangan.

“Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar proses pengumpulan data berjalan lancar dan menghasilkan informasi yang bermanfaat sebagai dasar penyusunan program peningkatan gizi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Labakkang Abdul Haris mengapresiasi pelaksanaan EBL II yang dinilai tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia berharap hasil pengukuran yang dilakukan mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya menjaga pola makan, pola hidup sehat, serta mengetahui kondisi status gizi keluarga sejak dini.

Pada pelaksanaan EBL II, mahasiswa akan melakukan pengukuran antropometri terhadap kelompok rentan yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, baduta, dan remaja putri. Kegiatan tersebut bertujuan memperoleh gambaran status gizi masyarakat sebagai dasar penyusunan edukasi serta intervensi gizi yang sesuai dengan kondisi lapangan.

Selain pengukuran antropometri, mahasiswa juga akan melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan serta Puskesmas Labakkang agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Seminar berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai mekanisme pelaksanaan program, pembagian peran, hingga strategi kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan pemerintah setempat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya program berbasis data yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat.

Koordinator Desa EBL II Kelurahan Labakkang, Sofia Ayu Astuti, mengatakan mahasiswa berkomitmen menjalankan seluruh program secara profesional, komunikatif, dan kolaboratif bersama masyarakat.

“Melalui EBL II ini kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya memperkuat kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pemetaan status gizi yang menjadi dasar penyusunan edukasi dan intervensi yang lebih tepat sasaran,” ujar Sofia.

Adapun tim EBL II Posko Kelurahan Labakkang terdiri atas Sofia Ayu Astuti selaku Koordinator Desa, Reni sebagai Sekretaris, Naurah Marzana Azzahrah Amir sebagai Bendahara, serta Naila Nur Cahyani Ilcham, Reni, Hajriani Muchtar Juma, Zaskia Dimah, Alya Alfitah, dan Fitri Amalia Ramdani sebagai anggota.

Facebook Comments Box