Beranda Kampus Antisipasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN Unhas Petakan Risiko Kekeringan di Desa Labbo

Antisipasi Perubahan Iklim, Mahasiswa KKN Unhas Petakan Risiko Kekeringan di Desa Labbo

0

Matakita.co,Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan solusi berbasis data untuk membantu masyarakat menghadapi risiko kekeringan dan dampak perubahan iklim di Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.

Program pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan pada Sabtu (1/8/2026), dengan mengusung dua kegiatan utama, yakni “Pemetaan Risiko Kekeringan sebagai Dasar Pengelolaan Pertanian Berkelanjutan di Desa Labbo” dan “Edukasi Pemanfaatan Peta Risiko Kekeringan dalam Menghadapi Perubahan Iklim”.

Kegiatan ini melibatkan kelompok petani dan aparat pemerintah desa. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi perubahan pola cuaca, khususnya risiko kekeringan yang dapat berdampak terhadap produktivitas pertanian.

Koordinator Desa sekaligus penanggung jawab program edukasi, Andi Bagas Solihin, mengatakan pemetaan risiko kekeringan menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan ketangguhan petani dalam menghadapi krisis air.

“Langkah strategis ini merupakan respons nyata kami agar petani di Desa Labbo lebih tangguh menghadapi krisis air. Peta risiko ini kami sosialisasikan agar warga paham cara membacanya, sehingga bisa menentukan masa tanam yang tepat,” ujar Andi Bagas.

Menurut dia, pemahaman masyarakat terhadap informasi dalam peta risiko menjadi penting agar petani dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menentukan waktu dan strategi pengelolaan lahan pertanian.

Sementara itu, penanggung jawab program pemetaan, Samida Danda, mengatakan ketersediaan data spasial yang akurat dapat menjadi dasar bagi pemerintah desa dalam menyusun perencanaan pembangunan.

“Kami memetakan titik-titik rawan air agar pemerintah desa memiliki landasan data spasial yang akurat untuk merencanakan infrastruktur irigasi pertanian yang berkelanjutan,” kata Samida.

Ia menjelaskan, pemetaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi informasi bagi masyarakat, tetapi juga dapat dimanfaatkan pemerintah desa sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan dan pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan sektor pertanian.

Program tersebut mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing KKN (DPK) Unhas, Dr. Suci Rahmadani Artika, S.Kel. Ia mengapresiasi program yang dilaksanakan mahasiswa karena dinilai mampu menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan pendekatan berbasis data.

“Meski memantau dari kejauhan, saya sangat mengapresiasi kinerja tim mahasiswa karena inovasi yang mereka bawa sangat solutif, aplikatif, dan tepat sasaran,” ungkap Suci.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan kelompok petani, program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat Desa Labbo dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Pemetaan risiko kekeringan juga diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengantisipasi potensi gagal panen akibat cuaca ekstrem sekaligus mendukung perencanaan pertanian yang lebih berkelanjutan.

Program KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Unhas ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam upaya penanganan perubahan iklim dan penguatan ketahanan pangan berkelanjutan. (**)

Facebook Comments Box