MataKita.co, Maros — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan template pencatatan keuangan berbasis Microsoft Excel untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Kurusumange mengelola keuangan usahanya.
Sebagai bagian dari hilirisasi program, mahasiswa KKN juga menyusun Buku Panduan Pencatatan Keuangan UMKM. Buku tersebut diserahkan kepada Pemerintah Desa Kurusumange dan diterima oleh Sekretaris Desa Kurusumange, Nur Tina, Selasa (11/8/2026).
Template itu dirancang untuk memudahkan pelaku UMKM mencatat pemasukan dan pengeluaran secara sederhana dan teratur. Pencatatan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam mengembangkan usahanya.
Mahasiswa KKN Unhas, Rifqah Roihanah, mengatakan bahwa kemudahan penggunaan menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan template tersebut.
“Kami ingin membuat alat pencatatan keuangan yang sederhana dan mudah dipahami. Harapannya, template ini tidak hanya membantu mencatat transaksi, tetapi juga memudahkan pelaku UMKM memahami kondisi keuangan usahanya dan menggunakannya sebagai bahan evaluasi,” ujar Rifqah.
Template tersebut menggunakan metode single entry dengan dua komponen utama, yakni pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Data transaksi yang dimasukkan selanjutnya diolah dan ditampilkan dalam bentuk laporan keuangan sederhana.
Laporan itu dilengkapi tiga grafik, yaitu perbandingan pemasukan dan pengeluaran, pemasukan berdasarkan kategori, serta pengeluaran berdasarkan kategori. Visualisasi tersebut membantu pengguna mengetahui sumber pendapatan dan jenis pengeluaran terbesar dalam usahanya.
Untuk memudahkan pengguna, Buku Panduan Pencatatan Keuangan UMKM dilengkapi petunjuk pengoperasian template, contoh pencatatan transaksi, cara membaca laporan, dan sejumlah tips sederhana dalam mengelola keuangan usaha.
Program tersebut mendapat respons positif dari pelaku UMKM di Desa Kurusumange. Salah seorang pelaku usaha, Fatma, menilai template itu dapat membuat pencatatan keuangan usahanya lebih teratur.
“Dengan adanya template ini, saya lebih mudah mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha. Sebelumnya, pencatatan masih dilakukan secara sederhana, bahkan jarang dicatat. Sekarang saya bisa lebih mudah mengetahui kondisi keuangan usaha dan melakukan evaluasi,” kata Fatma.
Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Unhas dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kedelapan mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Program ini juga sejalan dengan Target 8.3 SDGs yang mendorong kegiatan produktif, kewirausahaan, kreativitas, inovasi, serta pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Melalui penyerahan template beserta buku panduannya kepada pemerintah desa, produk yang dikembangkan selama pelaksanaan KKN tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di Desa Kurusumange.
Mahasiswa KKN Unhas berharap program itu menjadi langkah awal dalam mendorong pengelolaan keuangan UMKM yang lebih tertib, mudah dipahami, dan berkelanjutan.








































