MataKita.co, Barru — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) memperbarui peta administrasi serta sarana dan prasarana Kelurahan Lompo Riaja, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.
Peta tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kelurahan Lompo Riaja di kantor kelurahan, Kamis (13/8/2026). Program yang digagas mahasiswa KKN-T Unhas, Dhiska Dwi Hermalia H, itu ditujukan untuk memperkuat ketersediaan informasi kewilayahan sekaligus mendukung tata kelola administrasi dan perencanaan pembangunan.
Pembaruan dilakukan karena peta administrasi yang tersedia sebelumnya dinilai belum sepenuhnya menggambarkan perkembangan wilayah. Informasi mengenai batas lingkungan, fasilitas umum, dan infrastruktur kelurahan juga perlu disesuaikan dengan kondisi terkini.
Penyusunan peta menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan mengintegrasikan data spasial dan nonspasial. Prosesnya dimulai dari koordinasi dengan pemerintah kelurahan, pengumpulan data batas administrasi, penyiapan peta dasar dan citra, hingga survei lapangan.
Dalam survei tersebut, mahasiswa mendata fasilitas sekaligus mengambil titik koordinat menggunakan perangkat GPS dan aplikasi pemetaan pada telepon seluler. Setiap fasilitas dilengkapi informasi nama, jenis, keterangan, dan dokumentasi visual.
Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan aplikasi ArcGIS. Peta tersebut memuat batas administrasi serta persebaran sarana dan prasarana, antara lain fasilitas pemerintahan, kesehatan, pendidikan, pertahanan, peribadatan, olahraga, perdagangan dan jasa, pemakaman, serta sumber daya air.
Peta juga dilengkapi simbol, label, legenda, dan sejumlah informasi pendukung agar mudah dibaca serta dimanfaatkan oleh pemerintah kelurahan dan masyarakat.
Selain peta, mahasiswa menyusun Buku Saku Penyediaan Informasi Spasial Administrasi dan Sarana Prasarana Kelurahan Lompo Riaja. Buku itu berisi penjelasan mengenai informasi dalam peta, arti simbol, serta panduan sederhana untuk membaca dan menggunakan data spasial.
Peta dicetak dalam ukuran A1 dan dibingkai untuk ditempatkan di kantor kelurahan. Versi digitalnya juga disiapkan agar dapat diakses melalui situs web Kelurahan Lompo Riaja yang sebelumnya dikembangkan secara bersama-sama oleh mahasiswa dalam satu posko KKN-T.
Kepala Seksi Tata Pemerintahan Kelurahan Lompo Riaja, Jamaluddin, mengapresiasi pembaruan peta tersebut. Menurut dia, informasi yang disajikan dapat membantu pemerintah kelurahan memahami kondisi wilayah sekaligus menunjang pelayanan administrasi.
“Kami sangat mengapresiasi program yang dilakukan mahasiswa KKN karena peta ini memberikan gambaran wilayah Kelurahan Lompo Riaja secara lebih jelas, terutama mengenai batas wilayah dan persebaran sarana prasarana,” kata Jamaluddin.
Ia berharap peta tersebut terus dimanfaatkan dan diperbarui sesuai dengan perkembangan wilayah.
“Informasi seperti ini sangat membantu kami dalam menjalankan administrasi pemerintahan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami berharap hasil yang diberikan dapat terus dimanfaatkan dan diperbarui ke depannya,” ujarnya.
Peta tersebut dapat digunakan oleh pemerintah kelurahan, ketua RT dan RW, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya. Informasi di dalamnya diharapkan membantu masyarakat mengenali karakteristik wilayah tempat tinggal sekaligus menjadi bahan pendukung dalam perencanaan pembangunan kelurahan.
Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, tujuan ke-16 mengenai kelembagaan yang tangguh, serta tujuan ke-17 tentang kemitraan.
Melalui penyediaan peta cetak dan digital, mahasiswa KKN-T Unhas berharap Kelurahan Lompo Riaja memiliki basis informasi kewilayahan yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung administrasi, pelayanan kepada masyarakat, dan perencanaan pembangunan secara berkelanjutan.








































