Beranda Kampus KKN-T Literasi Unhas Aktifkan Kembali TBM Desa Beroanging

KKN-T Literasi Unhas Aktifkan Kembali TBM Desa Beroanging

0

MataKita.co, Jeneponto — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 mengaktifkan kembali Taman Baca Masyarakat (TBM) di Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Kamis (13/8/2026).

Pengaktifan kembali TBM tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus menghadirkan ruang belajar dan kegiatan literasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

TBM merupakan salah satu sarana literasi masyarakat yang didukung Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Kehadirannya tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya anak-anak, untuk memperoleh pengetahuan serta mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan kreatif.

Selama satu bulan menjalani pengabdian di Desa Beroanging, mahasiswa KKN-T Literasi Unhas melaksanakan tujuh program yang berkolaborasi dengan Perpusnas. Salah satunya berfokus pada pengelolaan dan penguatan fungsi TBM.

Dalam program tersebut, mahasiswa melakukan sejumlah pembenahan, mulai dari inventarisasi koleksi buku, pembaruan buku kunjungan, penyelenggaraan kegiatan literasi, hingga penataan dan dekorasi ulang ruang baca agar lebih nyaman digunakan masyarakat.

Pada akhir masa pengabdian, TBM kemudian diresmikan kembali bersama pengelola TBM, Pemerintah Desa Beroanging, dan masyarakat setempat.

Kepala Desa Beroanging Nurdin Nur mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam menghidupkan kembali fungsi TBM. Pemerintah desa, kata dia, berkomitmen menjaga keberlanjutan pengelolaan fasilitas tersebut setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN.

“TBM ini tentunya sangat bagus bagi peningkatan literasi di desa kita. Saya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah berkontribusi besar dalam pengelolaan TBM ini,” ujar Nurdin.

Ia mengatakan, pemerintah desa akan berupaya memastikan koleksi dan fasilitas TBM tetap terawat. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah menyiapkan petugas yang dapat membantu pengelolaan ruang baca.

“Ke depan, peninggalan dari mahasiswa ini akan kita rawat. Mungkin akan kita tambahkan penjaga TBM agar buku-buku yang ada tetap terawat,” katanya.

Dengan pengaktifan kembali TBM, fasilitas tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ruang penyimpanan buku, tetapi berkembang menjadi pusat kegiatan literasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara rutin.

Keberlanjutan pengelolaan TBM juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya budaya membaca sekaligus memperkuat ekosistem literasi di Desa Beroanging.

Facebook Comments Box