Beranda Kampus KSEI FoSEI Unhas Dorong UMKM Gentungang Naik Kelas lewat Legalitas dan Promosi...

KSEI FoSEI Unhas Dorong UMKM Gentungang Naik Kelas lewat Legalitas dan Promosi Digital

0

MataKita.co, Makassar — Kelompok Studi Ekonomi Islam Forum Studi Ekonomi Islam (KSEI FoSEI) Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Gentungang, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, melalui pendampingan legalitas usaha dan keterampilan promosi digital.

Pendampingan yang digerakkan melalui Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) KSEI FoSEI Unhas itu berlangsung Sabtu (26/9/2026). Kegiatan menjadi bagian dari program SIPAKATAU bertema “Sinergi Aksi, Berdampak Nyata: Menuju Desa Cerdas, Berdaya, dan Berkelanjutan.”

Melalui program tersebut, KSEI FoSEI Unhas tidak hanya mendampingi warga dalam menghasilkan produk olahan, tetapi juga mendorong pelaku UMKM agar memiliki legalitas usaha dan kemampuan memasarkan produk secara digital.

Peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga dan pelaku UMKM Desa Gentungang sebelumnya telah mengikuti praktik pembuatan cookies pisang kepok dan nugget ikan nila di Pojok Mappadeceng.

Setelah penguatan pada aspek produksi, KSEI FoSEI Unhas melanjutkan pendampingan melalui materi “Legalitas Usaha: NIB, PIRT, dan Sertifikasi Halal”. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai Nomor Induk Berusaha (NIB), izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta sertifikasi halal.

Aspek legalitas tersebut diperkenalkan sebagai bagian penting dalam meningkatkan kesiapan usaha, kepercayaan konsumen, sekaligus membuka peluang pemasaran produk yang lebih luas.

Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan desain untuk promosi digital. Pelaku UMKM diperkenalkan pada teknik dasar pembuatan desain kemasan hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membuat konten visual promosi.

Pelatihan tersebut diarahkan agar warga tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga dapat mengemas, memperkenalkan, dan memasarkan produknya secara mandiri melalui platform digital.

Upaya KSEI FoSEI Unhas itu menjadi bagian dari pendekatan Information and Communication Technology for Development (ICT4D) yang diterapkan dalam program SIPAKATAU. Pendekatan tersebut menggabungkan penguatan kapasitas masyarakat dengan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengembangan ekonomi desa.

Ketua PKK Desa Gentungang, Syahraeni Rasyid, mengaku terbantu dengan pendampingan yang diberikan KSEI FoSEI Unhas, khususnya dalam memahami proses pengurusan legalitas usaha.

“Sangat membantu, Dek. Awalnya kami kira mengurus legalitas usaha itu sangat ribet, ternyata tidakji,” ujar Syahraeni.

Pelaku UMKM Desa Gentungang, St. Ramlah, juga menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai persyaratan yang perlu dipenuhi dalam mengembangkan usaha.

“Sangat membantu. Kami selaku pelaku UMKM jadi mengetahui informasi terkait legalitas usaha, yaitu NIB, PIRT, dan sertifikat halal, yang belum kami ketahui sebelumnya,” kata Ramlah.

Manfaat pendampingan juga dirasakan dalam aspek pemasaran. Salah seorang pelaku UMKM mengatakan materi promosi digital membantu pelaku usaha kecil mengenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.

“Alhamdulillah, dengan adanya pemberian materi promosi dan digital marketing ini, kami sebagai pengusaha kecil jadi lebih mudah mempromosikan dan memperkenalkan produk-produk usaha kami,” ujarnya.

Rangkaian program SIPAKATAU yang dijalankan PPK Ormawa KSEI FoSEI Unhas di Pojok Mappadeceng selanjutnya akan ditutup melalui lokakarya produk UMKM.

Lokakarya tersebut menjadi bagian akhir dari rangkaian pendampingan KSEI FoSEI Unhas bersama masyarakat Desa Gentungang, mulai dari penguatan kemampuan produksi, legalitas usaha, hingga pemanfaatan teknologi untuk promosi dan perluasan akses pasar.

Facebook Comments Box