MataKita.co, Makassar — Latihan Search and Rescue Nasional Perguruan Tinggi (LATSARNAS PERTI) IX 2026 resmi dibuka di Ballroom Teater Menara Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin (28/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 2 Oktober 2026 itu menjadi wadah peningkatan kapasitas mahasiswa dan anggota Pramuka perguruan tinggi dalam bidang pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR).
Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kedaruratan dan bencana. Pelatihan juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan bekerja sama dalam operasi pencarian dan pertolongan.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. M Ikmal Samad Suhaeb, menilai pelatihan SAR bagi generasi muda semakin relevan di tengah berbagai potensi bencana.
“Kegiatan ini sangat bagus melihat kondisi saat ini, ketika berbagai bencana terjadi. Bahkan dalam kondisi seperti kebakaran, misalnya, diperlukan kemampuan medical first responder,” kata Ikmal.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, LATSARNAS PERTI IX menjadi ruang pertemuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring, serta memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap kemanusiaan.
Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa), Rahmansyah, mengatakan kegiatan tersebut relevan bagi anggota Pramuka golongan Penegak dan Pandega.
Menurut dia, aktivitas Pramuka pada jenjang tersebut tidak lagi terbatas pada kegiatan baris-berbaris, tetapi juga perlu diarahkan pada pengembangan pengetahuan, keterampilan, diskusi, dan prestasi.
“Manfaatkan masa sebagai Penegak dan Pandega untuk memperbanyak ilmu pengetahuan dan prestasi,” ujar Rahmansyah.
Ketua Gugusdepan 08-096, Prof. Kasmawati, berharap LATSARNAS PERTI dapat membentuk anggota Pramuka yang tanggap dan siap mengambil peran ketika terjadi bencana.
Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan menjadi salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki anggota Pramuka agar dapat memberikan kontribusi nyata ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
Pembukaan kegiatan dihadiri unsur pimpinan UNM, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Sulselbar, perwakilan Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Maros, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Basarnas, BPBD, Dinas Sosial Sulawesi Selatan, serta unsur Gerakan Pramuka.
Hadir pula mahasiswa PPG Calon Guru UNM, Pramuka perguruan tinggi di Makassar dan sekitarnya, peserta dari berbagai perguruan tinggi, serta anggota dan purna UKM Pramuka UNM.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian pelatihan yang diarahkan untuk mengembangkan kemampuan teknis maupun nonteknis dalam pencarian dan pertolongan. Kegiatan tersebut diharapkan melahirkan generasi muda yang disiplin, tanggap, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan.








































