MataKita.co, Makassar – Komitmen Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik terus diperkuat. Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMGO menjalani Monitoring dan Evaluasi (Monev) pascaakreditasi bersama asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes), Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula LPPM UMGO tersebut menghadirkan asesor LAM-PTKes, Dr. Takdir Tahir, S.Kep., Ns., M.Kes secara daring. Monev menjadi bagian penting untuk meninjau tindak lanjut rekomendasi hasil akreditasi sekaligus memastikan peningkatan mutu terus berjalan secara berkelanjutan.
Dekan FIKES UMGO yang diwakili Wakil Dekan FIKES, Ns. Nur Uyuun I. Biahimo, S.Kep., M.Kep., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Monev yang dinilai memberikan manfaat besar bagi pengembangan mutu program studi.
“Ini bukan sekadar melihat sejauh mana capaian kita setelah akreditasi, tetapi menjadi komitmen bersama untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Akreditasi adalah capaian yang patut kita syukuri, tetapi bukan titik akhir. Tanggung jawab kita justru semakin besar untuk memastikan standar mutu benar-benar dilaksanakan, dievaluasi, dan terus ditingkatkan,” ujarnya.
Menurutnya, masukan dari asesor menjadi bagian dari proses pembelajaran dan ikhtiar FIKES UMGO menghadirkan tata kelola yang semakin baik, efektif, transparan, serta mampu menjamin mutu akademik.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga mutu program studi. Menurutnya, pencapaian mutu tidak dapat dilakukan oleh satu pihak, melainkan membutuhkan komitmen seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMGO, Dr. Muh. Firyal Akbar, menilai pelaksanaan Monev pascaakreditasi sebagai langkah positif yang patut menjadi contoh bagi lembaga akreditasi lain.
“Kita bersyukur kegiatan penting ini dapat dilaksanakan. Setelah akreditasi, perlu ada monitoring dan evaluasi untuk meninjau kembali apa yang telah dilaksanakan oleh Program Studi Keperawatan dan Profesi Ners, termasuk mengevaluasi catatan dan rekomendasi yang diberikan LAM-PTKes,” jelasnya.
Ia menegaskan, tindak lanjut terhadap setiap catatan hasil akreditasi menjadi langkah penting untuk menjaga dan meningkatkan mutu akademik program studi.
“Keperawatan dan Profesi Ners merupakan salah satu program studi unggulan kami. Karena itu, universitas sangat konsen memantau perkembangan akademik dan mutunya. Bapak Rektor juga menargetkan agar ke depan reakreditasi Keperawatan dan Profesi Ners dapat meraih predikat Unggul,” tambahnya.
Dr. Firyal juga berharap kemitraan yang telah terbangun dapat terus dikembangkan, khususnya dalam mendukung penguatan bidang keperawatan UMGO melalui pertukaran informasi dan kerja sama akademik dengan berbagai perguruan tinggi.
Di sisi lain, Asesor LAM-PTKes Dr. Takdir Tahir, S.Kep., Ns., M.Kes., mengapresiasi komitmen UMGO dalam pelaksanaan Monev pascaakreditasi.
“Jarang saya melakukan monitoring dan evaluasi dengan dihadiri langsung pimpinan universitas. Ini menunjukkan komitmen yang kuat dan keinginan untuk memaksimalkan potensi di bidang ilmu kesehatan, termasuk program studi yang kita monitor,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Monev tersebut bertujuan untuk melihat sejauh mana tindak lanjut terhadap rekomendasi yang telah disampaikan asesor pada proses akreditasi sebelumnya.
Menurutnya, tim task force penjaminan mutu Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan Monev. Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi program studi untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, UMGO menegaskan bahwa akreditasi bukanlah akhir dari proses peningkatan mutu, melainkan bagian dari perjalanan panjang untuk membangun budaya akademik dan tata kelola yang semakin kuat.







































