Beranda Kampus PPK Ormawa KSEI FoSEI Unhas Tingkatkan Literasi Anak dan Keterampilan UMKM di...

PPK Ormawa KSEI FoSEI Unhas Tingkatkan Literasi Anak dan Keterampilan UMKM di Desa Gentungang

0

MataLita.co, Gowa — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) KSEI FoSEI Universitas Hasanuddin (Unhas) merampungkan program SIPAKATAU di Desa Gentungang, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (27/10/2026).

Program yang mengusung tema Sinergi Aksi, Berdampak Nyata: Menuju Desa Cerdas, Berdaya, dan Berkelanjutan ini berfokus pada peningkatan literasi anak serta penguatan keterampilan dan kapasitas usaha masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selama pelaksanaan program, mahasiswa mengembangkan dua kegiatan utama, yakni Pojok Cara’de yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan literasi anak-anak serta Pojok Mappadeceng yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas usaha ibu rumah tangga serta pelaku UMKM.

Melalui Pojok Mappadeceng, warga memperoleh pendampingan pengolahan bahan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah. Di antaranya, pengolahan pisang menjadi kukis dan ikan nila menjadi nugget sehat yang berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha rumah tangga.

Sementara itu, Pojok Cara’de menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan literasi melalui kegiatan edukasi yang dilaksanakan secara berkala.

Hasil evaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test setiap pekan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta pada kedua program tersebut. Evaluasi ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pendampingan mahasiswa selama berkegiatan di Desa Gentungang.

Kepala Desa Gentungang, Syarif Esa, mengapresiasi pelaksanaan SIPAKATAU karena dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan sasaran kegiatan yang jelas.

Menurut dia, program yang dijalankan mahasiswa Unhas memberikan manfaat langsung, terutama bagi anak-anak dan pelaku UMKM yang menjadi kelompok sasaran utama.

“Program ini berbeda dari yang lain. Manfaatnya sangat terasa oleh masyarakat karena tujuan dan sasarannya jelas, yaitu pelaku UMKM dan anak-anak,” ujar Syarif.

Ia menilai peningkatan pengetahuan yang diperoleh peserta menjadi modal penting untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran dan pengembangan usaha secara mandiri.

Manfaat serupa dirasakan Ketua PKK Desa Gentungang, Syahraeni Rasyid, yang juga merupakan pelaku UMKM. Ia mengatakan, pendampingan mahasiswa membuka wawasan baru bagi ibu rumah tangga dan kader PKK dalam mengembangkan produk olahan pangan lokal.

Menurut Syahraeni, selama ini pisang dan ikan nila umumnya diolah menjadi produk konsumsi sehari-hari. Melalui program SIPAKATAU, warga diperkenalkan pada alternatif pengolahan yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha.

“Selama ini pisang dan ikan nila hanya diolah dengan cara yang biasa. Sekarang ibu-ibu mendapat pengetahuan baru bahwa pisang bisa diolah menjadi kukis dan ikan nila menjadi nugget sehat,” kata Syahraeni.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti setelah program mahasiswa berakhir, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.

“Harapan saya, kader PKK dapat menjadikan produk tersebut sebagai industri rumah tangga. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan bisa menambah penghasilan sekaligus menjadi bagian dari pengembangan UMKM desa,” ujarnya.

Rangkaian program SIPAKATAU ditutup melalui kegiatan yang dihadiri perwakilan Pemerintah Kecamatan Bajeng Barat, Pemerintah Desa Gentungang, Ketua PKK, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, tim PPK Ormawa KSEI FoSEI Unhas memaparkan capaian program sekaligus hasil evaluasi pendampingan yang telah dilaksanakan.

Berakhirnya program SIPAKATAU diharapkan menjadi awal keberlanjutan kegiatan literasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Gentungang.

Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh warga diharapkan dapat terus dikembangkan secara mandiri, terutama dalam memperkuat kegiatan belajar anak serta mendorong lahirnya produk UMKM berbasis potensi lokal.

Facebook Comments Box