Beranda Kampus UKM Prisma FISIP Unhas Teliti Kehidupan Masyarakat Pesisir Kuri Caddi di Maros

UKM Prisma FISIP Unhas Teliti Kehidupan Masyarakat Pesisir Kuri Caddi di Maros

0

MataKita.co, Makassar – Sebanyak 43 anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pusat Riset Mahasiswa (Prisma) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (FISIP Unhas) melakukan penelitian lapangan di Dusun Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, pada 7–8 November 2026.

Melalui program Prisma Explore 2026, para mahasiswa mengkaji kehidupan masyarakat pesisir, mulai dari aktivitas ekonomi nelayan, pelestarian mangrove, hingga perubahan sosial yang memengaruhi kehidupan warga.

Kegiatan ini mengusung tema “Ruang Hidup Masyarakat Pesisir: Relasi Ekologi, Penghidupan, dan Perubahan Sosial di Kuri Caddi, Desa Nisombalia, Kabupaten Maros”.

Ketua Panitia Prisma Explore 2026, Sri Salsabila, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan penelitian sekaligus memahami persoalan masyarakat secara langsung.

“Kami ingin anggota belajar langsung dari warga dan memahami bagaimana laut dan mangrove membentuk kehidupan mereka, lalu menuangkannya dalam tulisan ilmiah,” ujar Sri.

Dusun Kuri Caddi dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki karakteristik masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor perikanan. Selain menjadi sumber penghidupan, kawasan pesisir tersebut memiliki ekosistem mangrove yang berfungsi melindungi permukiman sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata lokal.

Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi tujuh kelompok penelitian dengan fokus kajian berbeda.

Sejumlah kelompok meneliti potensi ekonomi lokal, strategi penghidupan nelayan, pengembangan pariwisata pesisir, serta akses masyarakat terhadap air bersih.

Kelompok lainnya mengkaji keterlibatan masyarakat dalam pelestarian mangrove, fungsi ekologis mangrove dalam melindungi kawasan pesisir, serta peran perempuan dalam menopang ekonomi rumah tangga.

Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Mahasiswa berinteraksi langsung dengan warga untuk menggali informasi mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan setempat.

Selama penelitian berlangsung, peserta juga diarahkan menerapkan etika penelitian, termasuk meminta persetujuan narasumber, menjaga kerahasiaan identitas informan, serta menghormati hak masyarakat dalam memberikan informasi.

Setelah pengumpulan data, setiap kelompok melakukan diskusi untuk mengidentifikasi temuan awal. Hasil penelitian kemudian dipresentasikan dalam forum bersama untuk memperoleh masukan dan evaluasi.

Temuan lapangan tersebut selanjutnya akan dikembangkan menjadi artikel ilmiah oleh masing-masing kelompok.

Melalui Prisma Explore 2026, UKM Prisma FISIP Unhas berharap mahasiswa tidak hanya mampu menerapkan teori yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga meningkatkan keterampilan penelitian, berpikir kritis, dan menghasilkan karya ilmiah berbasis persoalan nyata masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus diharapkan memperkuat kepedulian mahasiswa terhadap keberlanjutan lingkungan dan penghidupan masyarakat pesisir.

Facebook Comments Box