Beranda Hukum Usung Tema Islam Wasathiyah, IMM FH Unhas Bareng Cangkir Opini Gelar Diskusi...

Usung Tema Islam Wasathiyah, IMM FH Unhas Bareng Cangkir Opini Gelar Diskusi Keummatan

0

Matakita.co, Makassar- Pimpinan Komisariat IMM Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerjasama dengan Cangkir Opini dalam menggelar Dialog Keummatan sebagai kilas balik tragedi Pengeboman Gereja Katedral Di Makassar Pada 28 Agustus 2021 lalu.

Dialog kali ini bertemakan ‘’Islam Wasathiyah dan Indonesia Yang Ramah’’ yang menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel, KH. Mustari Bosra. Juga Muchtar Dg Lau selaku tokoh pemuka agama dan Fajllurrahman Jurdi selaku Intelektual Muda Muhammadiyah. Dialog ini berlangsung dengan kondusif bertempat di Hotel Dalton Makassar (12/12/2021).

Direktur Cangkir Opini Mas Randi Sapaan Akrabnya dalam sambutannya, bahwa dialog keummatan ini merupakan salah satu program kerja yang memang telah dipersiapkan dari jauh hari mengingat bahwa perlunya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai moderasi beragama dan saling menjaga kerukunan antar umat sebagai upaya preventif agar tidak terjadinya aksi terorisme di Indonesia. jelasnya

Sementara Itu Tenri sapaan akrabnya juga menyampaikan bahwa Dialog ini dilaksanakan Merupakan bagian dari aksi nyata kepedulian IMM dalam menjaga moderasi beragama. imbuh Ketua Umum Pikom IMM FH Unhas

Terpisah dengan KH. Mustari Bosra memaparkan bahwa Muhammadiyah dalam pergerakannya sudah menerapkan prinsip moderasi beragama dan sudah menjalankan apa yang disebut sebagai Islam Wasathiyah, hanya saja Muhammadiyah tidak menyatakan diri secara secara gamblang terkait hal tersebut. pungkasnya

Selanjutnya ia pun menambahkan, Islam Wasathiyah atau Pertengahan adalah mengajarkan keseimbangan dalam beramal, dan tidak radikal fundamental yang negatif’’ terang Pak Kiyai Mustari Sapaan Akrabnya yang juga Wakil Ketua PWM Sulsel

Kemudian Muchtar Dg Lau bahwa memaparlam dengan Gamblang bahwa aksi teror selalu berakar dari keinginan balas dendam dan kekecewaan terhadap sesuatu mulai menyasar orang orang yang tak punya ilmu dengan iming iming imbalan agar dapat melancarkan aksinya. Jelas Dg. Lau

Iapun menambahkan bahwa Negara sangat berperan penuh dalam pengendalian terorisme karena akan berdampak panjang seperti ketakutan di masyarakat, tersemainya rasa curiga dan benci antar sesama, dan paling parah adalah justifikasi antar golongan agama. tambah Dg. Lau sapaan akrabnya, merupakan eks. napiter

Terakhir, dipertegas oleh Fajlurrahman Jurdi bahwa faktor faktor yang mempengaruhi aksi teror dan radikalisme adalah meningkatnya kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat sehingga merasa bahwa kekerasan adalah satu satunya problem solving terbaik untuk memperoleh keadilan. jelas Fajlu sapaan akrabnya, seorang intelektual muda muhammadiyah

Selain itu, sikap penegak hukum yang kurang mengakomodir terkait hal tersebut. Karena itu kaum muda tidak boleh mudah terprovokasi jika mendapati golongan tersebut. Berusaha untuk selalu tetap rasional dan mengedepankan prinsip prinsip moderat.
Semoga dialog kali ini menjadi batu loncatan agar kita mampu mencegah gerakan terorisme dan radikalisme untuk Indonesia yang lebih aman dan sejahtera. tutup Fajlu dalam closingnya

Diketahui dalam acara ini dihadiri oleh beberapa organisasi kemahasiswaan di Makassar seperti, impunan Mahasiswa Islam (HMI) , Persatuan Mahasiswa Kristen (PMK), Duta Lingkungan Hidup, dan banyak lagi. Diadakan semi luring dengan jumlah peserta 100 orang. (*MHM)

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT