Matakita.co, Paprepare – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja bertajuk “Pembuatan BRITONG (Briket Ringan Tongkol Jagung) sebagai Inovasi Energi Alternatif” di Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Rabu (04/02/2026).
Program ini merupakan bentuk pemanfaatan limbah pertanian berupa tongkol jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Berdasarkan hasil observasi mahasiswa KKN-T 115 bersama petani jagung setempat, limbah tongkol jagung umumnya hanya dibuang, dibakar, atau dijadikan pakan ternak.
Melalui inovasi BRITONG, mahasiswa berupaya mengolah limbah tersebut menjadi bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Kegiatan ini dilaksanakan bersama masyarakat setempat, mulai dari tahap sosialisasi hingga praktik langsung pembuatan briket.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai potensi tongkol jagung sebagai bahan baku briket, manfaat penggunaannya sebagai sumber energi alternatif, serta peluang pengembangan usaha berbasis produk lokal. Mahasiswa juga
menghadirkan contoh produk BRITONG yang telah dikemas secara menarik sebagai gambaran potensi komersialisasi di masa mendatang.
Proses pembuatan BRITONG diawali dengan pengumpulan dan pengeringan tongkol jagung, kemudian dilanjutkan dengan proses pengarangan (karbonisasi). Setelah itu, arang tongkol jagung dihaluskan dan dicampur dengan bahan perekat, lalu dicetak menjadi briket dan dikeringkan hingga siap digunakan.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat Kelurahan Lompoe. Warga tampak antusias mengikuti setiap tahapan proses pembuatan briket dan aktif berdiskusi mengenai potensi pengembangannya.
Ketua RW 10 Kelurahan Lompoe, Andi Kartini, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi tersebut.
“Produknya bagus dan bisa menjadi alternatif pengganti gas elpiji, terutama ketika harganya naik. Cara pembuatannya juga tidak sulit dan bahannya mudah diperoleh. Saat panen, tongkol jagung bisa langsung diolah menjadi briket, sehingga tidak lagi dibuang,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 115 Universitas Hasanuddin berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah pertanian serta mendorong pemanfaatan energi alternatif berbasis potensi lokal. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi lingkungan maupun peningkatan ekonomi masyarakat Kelurahan Lompoe.







































