Beranda Kampus LPS Gandeng Unhas Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa, Waspadai Jebakan FOMO dan Paylater

LPS Gandeng Unhas Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa, Waspadai Jebakan FOMO dan Paylater

0

MataKita.co, Makassar – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan semakin beragamnya layanan keuangan berbasis daring, kemampuan mengelola keuangan secara bijak menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Rendahnya literasi keuangan dinilai dapat membuat masyarakat lebih rentan terjebak dalam perilaku konsumtif dan pengambilan keputusan finansial yang tidak rasional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Farid Azhar Nasution, saat memberikan kuliah umum bertajuk “Kesadaran Finansial: Fondasi Integritas dan Kesadaran Kemandirian Generasi Muda” di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Tamalanrea, Jumat (12/6).

Farid mengatakan, kemudahan akses informasi melalui internet dan gawai belum sepenuhnya diikuti dengan meningkatnya budaya membaca dan kemampuan memahami informasi secara mendalam. Kondisi tersebut, menurutnya, turut memengaruhi cara generasi muda dalam mengambil keputusan keuangan.

Ia menjelaskan, fenomena fear of missing out (FOMO), you only live once (YOLO), serta fear of other people’s opinion (FOPO) kerap mendorong seseorang mengikuti tren dan gaya hidup tertentu tanpa mempertimbangkan kemampuan finansial yang dimiliki.

“Dorongan untuk mengikuti tren, menjaga gengsi, maupun memenuhi gaya hidup tertentu sering kali membuat seseorang mengabaikan kemampuan finansial yang dimilikinya. Akibatnya, berbagai instrumen pembiayaan konsumtif menjadi pilihan instan untuk memenuhi keinginan jangka pendek tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang,” kata Farid.

Menurut dia, kondisi tersebut tercermin dari tingginya penggunaan layanan pinjaman online di kalangan usia muda yang mencapai sekitar 60 persen. Angka tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat literasi dan kesadaran finansial sejak dini agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam berbagai risiko keuangan.

“Tantangan terbesar sering kali bukan pada jumlah uang yang dimiliki, melainkan bagaimana seseorang mampu mengelola keinginannya. Diskon, fasilitas paylater, dan berbagai bentuk cicilan yang tersedia saat ini menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan mengendalikan diri dan menentukan prioritas,” ujarnya.

Farid mendorong generasi muda membiasakan diri menabung secara rutin sebagai langkah awal membangun kemandirian finansial. Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip “menyisihkan, bukan menyisakan” dalam mengelola pendapatan serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Selain itu, Farid menuturkan bahwa industri perbankan masih menjadi tulang punggung sektor keuangan nasional. Namun, tingkat pemahaman masyarakat mengenai sistem perbankan dan mekanisme perlindungan simpanan masih relatif rendah.

Karena itu, LPS terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya sistem perbankan yang sehat serta peran lembaga tersebut dalam menjamin simpanan nasabah dan menjaga kepercayaan publik terhadap sektor keuangan.

Farid berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang ikut mendorong peningkatan literasi keuangan di masyarakat.

“Dengan pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan, generasi muda diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih bijaksana dan terhindar dari berbagai jebakan finansial yang dapat menghambat masa depan mereka,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K), menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Unhas dan LPS.

Menurut Ruslin, kerja sama dengan lembaga strategis nasional menjadi bagian dari upaya kampus memperkaya pengalaman belajar mahasiswa sekaligus memperkuat keterhubungan dengan dunia profesional.

“Kami ingin mendekatkan mahasiswa dengan dunia usaha, dunia industri, dan berbagai mitra strategis agar mereka tidak hanya memperoleh teori di ruang kelas, tetapi juga pengalaman nyata yang dapat memperkaya kompetensi dan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja. Karena itu, kami sangat mengapresiasi dukungan dan kolaborasi LPS dalam memperkuat literasi keuangan di lingkungan Unhas,” kata Ruslin.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Unhas dan LPS sebagai bentuk komitmen kedua institusi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan literasi keuangan.

Facebook Comments Box