Beranda Lensa PDM Maros Target Bentuk PCM di Seluruh Kecamatan Jelang Muktamar Muhammadiyah

PDM Maros Target Bentuk PCM di Seluruh Kecamatan Jelang Muktamar Muhammadiyah

0

Matakita.co, Maros – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Maros terus mempercepat penguatan struktur organisasi hingga tingkat akar rumput dengan menargetkan pembentukan penuh Pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM) di seluruh kecamatan sebelum pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi sekaligus transformasi tata kelola persyarikatan berbasis data, kaderisasi, dan penguatan fungsi masjid.

Wakil Ketua PDM Maros Koordinator Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid, Shalahuddin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Muhammadiyah Maros telah membentuk sembilan cabang yang tersebar di delapan kecamatan dari total 14 kecamatan di Kabupaten Maros.

Empat cabang baru yang berhasil dibentuk meliputi Mandai, Bontoa, Marusu, dan Cenrana.

Menurut Shalahuddin, tantangan berikutnya bukan hanya perluasan wilayah organisasi, tetapi juga validasi dan sinkronisasi data ranting Muhammadiyah secara faktual di lapangan. Saat ini, secara administratif tercatat sekitar 30 Pengurus Ranting Muhammadiyah (PRM), sementara estimasi riil menunjukkan jumlah ranting aktif dapat mencapai 40 hingga 50 unit.

“Perlu dilakukan verifikasi menyeluruh terhadap data organisasi agar struktur yang ada benar-benar sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi LPCRPM PDM Maros, Sabtu (16/5/2026).

Ia menjelaskan, PDM Maros akan melakukan sensus dan rekonsiliasi database organisasi melalui sistem administrasi dan kartu anggota berbasis digital guna memperkuat akurasi data persyarikatan.

Selain penguatan struktur organisasi, PDM Maros juga mendorong optimalisasi peran Angkatan Muda Muhammadiyah melalui kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Makassar. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memetakan mahasiswa asal Maros yang aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah agar dapat diberdayakan sebagai penggerak dakwah dan pembinaan persyarikatan di daerah asal masing-masing.

Dalam bidang pembinaan masjid, Muhammadiyah Maros melalui Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah juga mendorong kalibrasi arah kiblat berbasis ilmu falak guna memastikan ketepatan arah salat sesuai standar astronomi.

Ketua LPCR PDM Maros, Ahmad Hamzah, menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan cabang dan ranting tidak lagi diukur hanya dari aspek kuantitas, tetapi juga kualitas gerakan organisasi.

“Orientasi kita bukan sekadar menambah jumlah cabang di atas kertas, tetapi menghadirkan cabang dan ranting unggulan yang aktif, mandiri, dan terukur,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Maros, M. Amin Duddin, menegaskan bahwa kekuatan utama Muhammadiyah berada pada dinamika gerakan di tingkat cabang dan ranting.

“Denyut kehidupan Muhammadiyah sesungguhnya berada di Cabang dan Ranting. Karena itu, seluruh elemen persyarikatan harus bergerak bersama menjadikan Muhammadiyah sebagai ruang pengabdian dan amal saleh yang memberi manfaat nyata bagi umat dan masyarakat,” tegasnya.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT