Beranda Lensa IMM Sulsel Deklarasikan Risalah Masserenpulu di Rakorda Enrekang

IMM Sulsel Deklarasikan Risalah Masserenpulu di Rakorda Enrekang

0

MataKita.co, Enrekang — Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sulawesi Selatan meneguhkan arah gerakan kolektif kader melalui penetapan “Risalah Masserenpulu” dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Kabupaten Enrekang. (15–17/5/2026)

Mengusung tema “Sinergi Mengokohkan Gerakan”, Rakorda tersebut menjadi momentum penting bagi kader IMM se-Sulawesi Selatan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperdalam nilai perjuangan, serta merumuskan arah gerakan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan spirit Islam Berkemajuan.

Rokorda IMM Sulsel ini dihadiri oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Bupati Enrekang, jajaran DPD IMM Sulsel, pimpinan cabang, serta kader IMM dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Dari forum tersebut lahir delapan pokok pikiran strategis yang kemudian dirumuskan dalam sebuah dokumen gerakan bertajuk “Risalah Masserenpulu”. Nama itu diambil dari nilai kearifan lokal masyarakat Enrekang yang mencerminkan persatuan, kebersamaan, dan kekuatan kolektif dalam perjuangan.

DPD IMM Sulsel menegaskan, Risalah Masserenpulu bukan sekadar dokumen hasil forum, melainkan arah perjuangan ideologis kader IMM Sulawesi Selatan dalam merawat tradisi intelektual, memperkuat gerakan kemanusiaan, dan menghadirkan keberpihakan terhadap kepentingan umat dan rakyat.

“Risalah Masserenpulu lahir dari kesadaran kolektif kader IMM untuk menjaga kesinambungan gerakan dan menghadirkan peran nyata di tengah tantangan sosial yang terus berkembang,” demikian pernyataan DPD IMM Sulsel dalam Rakorda tersebut.

Adapun delapan poin Risalah Masserenpulu yang menjadi arah gerakan IMM Sulsel ke depan meliputi:

1. Memperkuat Kaderisasi yang Berkelanjutan dan Terarah

IMM Sulsel menegaskan pentingnya kaderisasi sebagai jantung organisasi. Proses pembinaan kader dinilai harus berjalan sistematis, progresif, dan mampu melahirkan kader yang memiliki integritas, kapasitas intelektual, serta keberpihakan sosial.

2. Meneguhkan IMM sebagai Gerakan Intelektual Berkemajuan

IMM didorong untuk terus menjadi ruang tumbuhnya tradisi keilmuan, budaya literasi, dan dialektika gagasan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan perkembangan peradaban.

3. Mendorong Transformasi Digital dalam Tata Kelola Organisasi

Di tengah perkembangan teknologi, IMM Sulsel memandang transformasi digital sebagai kebutuhan strategis untuk memperkuat efektivitas organisasi, memperluas ruang komunikasi kader, dan mempercepat pelayanan gerakan.

4. Mengarusutamakan Sensitivitas Gender dan Perlawanan terhadap Kekerasan terhadap Perempuan

IMM Sulsel menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang organisasi yang inklusif, adil, dan aman bagi perempuan, sekaligus memperkuat keberpihakan terhadap perjuangan kesetaraan gender dan penolakan segala bentuk kekerasan.

5. Mempertegas Sikap Kritis terhadap Kebijakan Publik

Sebagai gerakan mahasiswa, IMM Sulsel menilai pentingnya menjaga tradisi kritik yang konstruktif dan korektif terhadap kebijakan publik agar tetap berpihak pada keadilan sosial, kesejahteraan masyarakat, dan kepentingan rakyat banyak.

6. Menjadikan Islam Berkemajuan sebagai Kompas Perjuangan

Nilai Islam Berkemajuan ditegaskan sebagai fondasi moral dan arah perjuangan kader IMM dalam membangun gerakan yang moderat, mencerahkan, serta relevan dengan tantangan zaman.

7. Meneguhkan Solidaritas terhadap Isu Lingkungan dan Penolakan Perusakan Ruang Hidup

Rakorda IMM Sulsel turut menyoroti persoalan kerusakan lingkungan dan ekspansi pertambangan yang dinilai mengancam ruang hidup masyarakat, termasuk yang terjadi di Kabupaten Enrekang. IMM menegaskan keberpihakannya terhadap perjuangan menjaga kelestarian lingkungan dan keadilan ekologis.

8. Menguatkan Konsolidasi Gerakan Menyongsong Muktamar XXI IMM

IMM Sulsel menyerukan pentingnya menjaga persatuan gerakan, memperkuat kolaborasi antarkader dan cabang, serta merawat semangat kolektif dalam menyongsong Muktamar XXI IMM.

DPD IMM Sulsel menilai delapan poin tersebut menjadi pijakan bersama dalam membangun gerakan kader yang lebih responsif, inklusif, dan berorientasi pada nilai keilmuan, kemanusiaan, serta pembebasan.

IMM Sulsel juga menyerukan pentingnya menjaga solidaritas gerakan dan memperkuat sinergi demi menghadirkan IMM sebagai kekuatan moral dan intelektual yang tetap berpihak kepada rakyat, lingkungan hidup, dan masa depan bangsa.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT