MataKita.co, Bone — Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin (Unhas) memulai pelaksanaan Program AKKASENG (Optimalisasi Potensi Lokal melalui Diferensiasi Komoditas Cabai dan Selada) di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, Senin (29/6/2026). Program pengabdian masyarakat tersebut difokuskan pada pemberdayaan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui penguatan kapasitas, pengolahan hasil pertanian, dan pengembangan pemasaran berbasis komunitas.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada anggota KWT sebagai mitra utama program. Kelompok ini dipilih karena memiliki peran penting dalam pengelolaan hasil pertanian di tingkat rumah tangga, namun masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pengetahuan teknis, pengolahan pascapanen, hingga akses pemasaran produk.
Ketua Tim Mahakarya UKM KPI Unhas, Muhammad Akbar, mengatakan Program AKKASENG dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat dengan menghadirkan pendampingan yang berkelanjutan.
“Kami ingin hadir bukan sekadar memberikan teori, tetapi mendampingi ibu-ibu Kelompok Wanita Tani agar lebih mandiri dan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian yang mereka kelola,” ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut, tim memaparkan tiga fokus utama program, yakni peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani, penerapan teknologi sederhana untuk pengolahan hasil pertanian, serta penguatan jaringan pemasaran berbasis komunitas. Diskusi berlangsung interaktif dengan peserta yang menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam aktivitas pertanian sehari-hari.
Kepala Desa Kajaolaliddong, Muhammad Yunus, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa Unhas yang dinilai mampu memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat desa, khususnya kelompok wanita tani.
Menurutnya, para petani di desanya memiliki potensi yang besar untuk berkembang apabila didukung melalui pendampingan yang tepat.
“Petani bukan tidak mampu, tetapi mereka masih membutuhkan pemahaman mengenai konsep dan strategi yang dapat meningkatkan produktivitas serta nilai ekonomi hasil pertanian,” katanya.
Program AKKASENG akan dilaksanakan selama beberapa bulan ke depan melalui rangkaian pelatihan, pendampingan teknis, hingga pengembangan produk bersama anggota Kelompok Wanita Tani. Melalui program tersebut, UKM KPI Unhas berharap mampu mendorong lahirnya kelompok wanita tani yang lebih mandiri, inovatif, dan memiliki daya saing dalam mengembangkan potensi pertanian lokal secara berkelanjutan.








































