MataKita.co, Jeneponto — Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BKMF SINAPSIS Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan Baruga SIPAKATAU Kesehatan Remaja di Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan, menghindari perilaku berisiko, serta mempersiapkan masa depan yang sehat dan berkualitas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi mengenai bahaya merokok dan gaya hidup berisiko yang disampaikan oleh tim PPK Ormawa BKMF SINAPSIS UNM. Materi yang diberikan membahas dampak konsumsi rokok terhadap kesehatan, bahaya penyalahgunaan zat adiktif, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan mengenai pernikahan dini serta kesehatan reproduksi yang disampaikan oleh Kepala Puskesmas Barana. Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapan fisik, mental, sosial, dan ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan, sekaligus edukasi tentang kesehatan reproduksi sebagai bekal dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Kepala Puskesmas Barana menegaskan bahwa remaja perlu memperoleh informasi yang benar sejak dini agar mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik. Menurutnya, pemahaman mengenai risiko pernikahan dini dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi menjadi bagian penting dalam upaya melahirkan generasi yang sehat sekaligus menekan risiko stunting sejak masa kehamilan.
Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat remaja untuk memahami isu-isu kesehatan yang berkaitan dengan kehidupan mereka.
Melalui Baruga SIPAKATAU Kesehatan Remaja, PPK Ormawa BKMF SINAPSIS UNM berkomitmen memperkuat literasi kesehatan generasi muda melalui edukasi yang berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu mendorong remaja menjadi agen perubahan yang menerapkan pola hidup sehat, menjauhi perilaku berisiko, serta berkontribusi dalam mewujudkan generasi yang berkualitas di Desa Beroanging.








































