Beranda Kampus Mahasiswa PBL I FKM Unhas Petakan Enam Prioritas Masalah Kesehatan di Desa...

Mahasiswa PBL I FKM Unhas Petakan Enam Prioritas Masalah Kesehatan di Desa Abbokongang

0

MataKita.co, Sidrap – Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) I Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin memaparkan enam prioritas masalah kesehatan di Desa Abbokongang, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, melalui Seminar Akhir yang digelar di Kantor Desa Abbokongang, Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian identifikasi persoalan kesehatan masyarakat yang telah dilakukan selama dua pekan.

Seminar dihadiri sekitar 30 peserta yang terdiri atas aparat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan. Forum ini menjadi wadah penyampaian hasil analisis kondisi kesehatan masyarakat sekaligus menyusun arah intervensi yang dapat dilaksanakan secara kolaboratif oleh pemerintah desa, puskesmas, dan masyarakat.

Kepala UPT Puskesmas Kulo, Syamsul Alam, S.KM., M.KM., mengapresiasi kontribusi mahasiswa selama menjalankan PBL di Desa Abbokongang. Menurutnya, pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat yang dilakukan mahasiswa dapat memperkuat upaya peningkatan derajat kesehatan warga.

“Sinergi dari program berbasis kebutuhan masyarakat ini sangat membantu Puskesmas Kulo dalam meningkatkan derajat kesehatan warga desa,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Abbokongang, Adiyatma, S.KM., M.Kes., berharap hasil identifikasi masalah kesehatan tidak berhenti sebagai kajian akademik, tetapi menjadi rujukan dalam penyusunan program kesehatan di tingkat desa maupun puskesmas.

“Kami berharap hasil prioritas masalah kesehatan ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa dan puskesmas dalam merancang intervensi yang berkelanjutan demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Desa Abbokongang,” katanya.

Dalam seminar tersebut, mahasiswa memaparkan hasil analisis menggunakan pendekatan scoring Pan American Health Organization (PAHO). Dari proses tersebut ditetapkan enam masalah kesehatan prioritas, yakni hipertensi, pengelolaan sampah, hiperkolesterolemia, diabetes melitus, gout artritis (asam urat), dan gastritis (maag).

Pemaparan yang disampaikan Muh. Reyhan Dwi Saputra itu kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama peserta. Berbagai masukan mengemuka, mulai dari strategi penanganan hingga peluang menjadikan program intervensi sebagai agenda rutin pemerintah desa.

Kepala Desa Abbokongang juga mengusulkan agar mahasiswa menambahkan isu penggunaan pestisida sebagai perhatian dalam penyusunan program lanjutan. Menurutnya, mayoritas warga Desa Abbokongang berprofesi sebagai petani sehingga edukasi mengenai penggunaan pestisida yang aman dinilai penting untuk mendukung kesehatan masyarakat.

Seminar Akhir PBL I ini menjadi bagian dari komitmen FKM Universitas Hasanuddin dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera. Hasil pemetaan masalah kesehatan tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan program intervensi yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Abbokongang.

Facebook Comments Box