Beranda Kampus Mahasiswa KKN Unhas Ajak Santri Kelola Sampah dan Hijaukan Pekarangan Pesantren di...

Mahasiswa KKN Unhas Ajak Santri Kelola Sampah dan Hijaukan Pekarangan Pesantren di Sidrap

0

MataKita.co, Sidrap – Pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan pendidikan menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak dini. Melalui keterlibatan aktif peserta didik, upaya tersebut tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan mengelola sampah secara berkelanjutan.

Berangkat dari semangat tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program bertajuk “Pesantren Ramah Lingkungan: Optimalisasi Pengelolaan Sampah dan Pemanfaatan Pekarangan Berbasis Partisipasi Santri” di Pondok Pesantren Ashabul Jannah, Desa Rijang Panua, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus membangun budaya pengelolaan sampah melalui partisipasi aktif para santri.

Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai klasifikasi sampah, meliputi sampah organik, anorganik, residu, serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) rumah tangga. Para santri diberikan pemahaman tentang pentingnya memilah sampah sejak dari sumber serta berbagai peluang pemanfaatannya agar memiliki nilai guna bagi lingkungan.

Sebagai tindak lanjut dari materi yang diberikan, mahasiswa KKN memperkenalkan komposter sederhana berbahan galon bekas untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk. Galon tersebut dirancang dengan bagian atas sebagai wadah sampah organik dan bagian bawah untuk menampung air lindi hasil proses dekomposisi. Pupuk yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan untuk mendukung budidaya tanaman hortikultura di pekarangan pesantren.

Selain itu, mahasiswa juga mengajak santri memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam. Inovasi sederhana tersebut menjadi contoh penerapan prinsip daur ulang sehingga sampah anorganik tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi dapat dimanfaatkan untuk mendukung penghijauan lingkungan pesantren.

Ketua pelaksana program, Nurul Maghfirah Muhammad Ali, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menanamkan kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para santri.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana. Dengan memanfaatkan galon dan botol plastik bekas, sampah dapat diolah menjadi pupuk sekaligus menjadi media tanam yang bermanfaat. Harapannya, para santri dapat melanjutkan praktik ini sehingga tercipta lingkungan pesantren yang lebih bersih, hijau, dan mandiri dalam mengelola sampah,” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Ashabul Jannah, Ustadz Ahmad, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan santri mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga membiasakan mereka menjaga kebersihan lingkungan melalui praktik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Unhas berharap budaya peduli lingkungan terus tumbuh di Pondok Pesantren Ashabul Jannah. Pengelolaan sampah berbasis partisipasi santri diharapkan menjadi model yang berkelanjutan sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan pesantren yang bersih, hijau, dan edukatif.

Facebook Comments Box