Matakita co, Barru – Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak usia sekolah merupakan langkah penting dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit infeksi. Salah satu kebiasaan sederhana yang memiliki dampak besar terhadap kesehatan adalah mencuci tangan menggunakan sabun pada waktu-waktu penting dalam aktivitas sehari-hari.
Sebagai bentuk edukasi promotif dan preventif, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar program GEMAS CTPS (Gerakan Edukasi Masyarakat Sekolah tentang Cuci Tangan Pakai Sabun Melalui Media Leaflet) di MI At-Taufiq Maralleng, Desa Pao-Pao, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Senin (20/7/2026).
Program yang dikoordinatori oleh Dinda Sakinah Az’zahrah tersebut diikuti oleh siswa kelas V. Kegiatan diawali dengan pemberian pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).
Selanjutnya, mahasiswa KKN-PK menyampaikan materi mengenai pentingnya PHBS sebagai upaya pencegahan penyakit menular. Materi mencakup pengertian PHBS dan CTPS, manfaat mencuci tangan menggunakan sabun, waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui CTPS, serta pentingnya membiasakan perilaku hidup bersih sejak usia dini.
Agar materi lebih mudah dipahami, edukasi dikemas secara interaktif melalui metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Mahasiswa juga mendemonstrasikan enam langkah Cuci Tangan Pakai Sabun sesuai anjuran Kementerian Kesehatan, kemudian mengajak seluruh siswa mempraktikkannya secara langsung dengan pendampingan.
Dinda Sakinah Az’zahrah, selaku penanggung jawab kegiatan, mengatakan edukasi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup bersih yang dapat diterapkan setiap hari.
“Kami ingin menanamkan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun sejak usia dini karena langkah sederhana ini sangat efektif mencegah penyebaran berbagai penyakit infeksi. Melalui edukasi, praktik enam langkah CTPS, dan pembagian leaflet, kami berharap siswa dapat menerapkannya secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga perilaku hidup bersih dan sehat menjadi bagian dari keseharian mereka,” ujarnya.
Sebagai penguatan materi, setiap peserta memperoleh leaflet berisi informasi mengenai PHBS dan CTPS. Media edukasi tersebut diharapkan menjadi panduan bagi siswa untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan sekaligus mendorong mereka membiasakan perilaku mencuci tangan menggunakan sabun.
Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah menerima edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai manfaat CTPS, waktu-waktu penting mencuci tangan, serta teknik enam langkah mencuci tangan yang benar.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif mengikuti penyampaian materi, menjawab pertanyaan, dan mempraktikkan setiap tahapan CTPS. Pihak sekolah juga menyambut baik pelaksanaan program karena dinilai memberikan manfaat nyata dalam membentuk kebiasaan hidup bersih di lingkungan sekolah.
Melalui program GEMAS CTPS, mahasiswa KKN-PK Unhas berharap kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dapat menjadi bagian dari perilaku sehari-hari para siswa sehingga mampu membantu mencegah berbagai penyakit infeksi sejak dini. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan edukasi kesehatan bagi anak usia sekolah.








































