Matakita.co, Pinrang- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Melaksanakan Program kerja Edukasi Sejarah tentang Budaya Lokal dan Sejarah Desa: Mengenal Jati Diri Sejak Dini bagi siswa/i kelas 4-6 di SDN 43 Pinrang, Desa Sikkuale, Kecamatan Cempa, kabupaten Pinrang, pada hari selasa 21 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa/i mengenai budaya lokal dan sejarah desa sebagai bagian dari identitas serta warisan yang perlu dijaga sejak usia dini.
Pelaksanaan kegiatan ini mendukung upaya pelestarian budaya lokal melalui pendidikan kepada generasi muda. Dalam edukasi ini, siswa/i diberikan pemahaman mengenai apa itu budaya, contoh-contoh budaya, pengertian sejarah desa, pentingnya mengenal budaya dan sejarah desa, dan cara melestarikan budaya dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami melalui presentasi, sesi tanya jawab, serta kuis berhadiah sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan dengan semangat.
Penanggung jawab program kerja, Najwa Aulia Rahman, menjelaskan bahwa edukasi ini merupakan salah satu bentuk upaya mahasiswa KKN dalam memperkenalkan identitas daerah kepada generasi muda. ”anak-anak perlu mengenal budaya dan sejarah desanya sejak dini agar tumbuh rasa bangga terhadap daerahnya. Kami berharap mereka tidak hanya mengetahui, tetapi juga ikut menjaga dan melestarikan budaya yang dimiliki oleh daerah.”
Kepala UPT SDN 43 Pinrang Hasmira, S.Pd menyambut baik pelaksanaan kegiatan edukasi ini. Menurutnya, materi yang diberikan kepada siswa/i sangat relevan karena dapat menambah wawasan siswa/i tentang budaya lokal dan sejarah desa didaerah mereka. ”kami mengapresiasi Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin yang telah diberikan edukasi kepada siwa/i. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat menjadi ilmu bagi anak-anak untuk lebih mengenal budaya daerahnya.”
Selama kegiatan ini berlangsung, siswa/i menunjukkan semangat yang tinggi. Setelah penyampaian materi, mereka mengikuti sesi tanya jawab sebagai bentuk evaluasi sekaligus melatih ke fokusan terhadap materi yang disampaikan. Suasana belajar menjadi lebih hidup karena siswa/i berlomba-lomba menjawab pernyataan dan diskusi bersama mahasiswa. (**)








































