Matakita.co, Pinrang- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) membangun Tugu Batas Dusun Bila 1 dan Bila 2 di Desa Tapporang, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang.
Pembangunan tugu tersebut merupakan salah satu program kerja individu mahasiswa KKN-T Unhas yang dilaksanakan pada Senin (10/8/2026). Program ini ditujukan untuk memperjelas batas wilayah sekaligus memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat Dusun Bila.
Penanggung jawab program, Anugrah Putra Prasetya, mengatakan pembangunan tugu batas dusun merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui karya yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami berharap pembangunan tugu batas dusun ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, sehingga batas wilayah Dusun Bila 1 dan Bila 2 semakin jelas, tertib, dan menjadi kebanggaan warga Desa Tapporang,” ujar Anugrah.
Pembangunan tugu dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari perencanaan desain, penentuan titik lokasi, pembangunan pondasi, pendirian struktur, hingga pengecatan dan pemasangan tulisan nama dusun.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Tapporang, perangkat dusun, serta masyarakat setempat. Keterlibatan warga dalam proses pembangunan juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan program.
Menurut Anugrah, keterlibatan masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas sederhana di tingkat dusun dapat menjadi sarana memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan.
Selain berfungsi sebagai penanda batas wilayah, tugu tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari identitas Desa Tapporang. Keberadaan tugu juga menjadi penanda yang membantu masyarakat maupun pendatang mengenali wilayah Dusun Bila 1 dan Bila 2.
Program pembangunan tugu batas dusun ini juga sejalan dengan semangat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Unhas, khususnya tujuan ke-11 mengenai kota dan permukiman yang berkelanjutan serta tujuan ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Salah seorang warga Desa Tapporang menyambut baik pembangunan tugu tersebut. Menurut dia, keberadaan tugu dapat membantu memperjelas penataan wilayah sekaligus memberikan wajah baru bagi lingkungan dusun.
“Langkah mahasiswa KKN Unhas ini sangat membantu kami dalam menata wilayah desa. Semoga tugu ini terawat dan bermanfaat untuk waktu yang lama,” katanya.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Unhas berharap tugu batas Dusun Bila 1 dan Bila 2 dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Pembangunan fasilitas tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Desa Tapporang, dengan mengedepankan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. (**)








































