Beranda Kampus Bantu Korban Gempa NTT, Unhas Kirim Mahasiswa KKN dan Tim Medis

Bantu Korban Gempa NTT, Unhas Kirim Mahasiswa KKN dan Tim Medis

0

MataMita.co, Makassar — Universitas Hasanuddin (Unhas) mengirim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tanggap Bencana dan Tim Bantuan Medis (TBM) Terpadu untuk membantu penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. melepas relawan secara resmi seusai Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan PKM Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Senin (17/8/2026).

Pelepasan tersebut menandai dimulainya pengiriman relawan Unhas secara bertahap menuju wilayah terdampak. Tim pertama dijadwalkan berangkat pada Rabu (19/8/2026) dan akan ditempatkan di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, selama kurang lebih dua pekan.

Jamaluddin mengatakan, KKN Tematik Tanggap Bencana menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat.

“Sejak lama Unhas mengusung semangat humaniversity, perguruan tinggi yang menempatkan kemanusiaan sebagai bagian penting dari pengabdian. Semangat itu terus kita perkuat melalui tindakan nyata,” kata Jamaluddin.

Menurut dia, respons terhadap bencana tidak hanya melibatkan mahasiswa. Berbagai fakultas dan unit di lingkungan Unhas juga dipersiapkan untuk memberikan dukungan sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.

“Semua fakultas terlibat. Yang dipersiapkan bukan hanya mahasiswa yang berangkat, tetapi juga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di lokasi,” ujarnya.

Tim Bantuan Medis yang dilibatkan berasal dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Unhas, serta Fakultas Vokasi.

50 Mahasiswa Mendaftar

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Prof. Muhammad Ruslin menjelaskan, mahasiswa yang akan diterjunkan telah melalui proses persiapan dan seleksi.

Sebanyak 50 mahasiswa sebelumnya mendaftarkan diri untuk mengikuti KKN Tematik Tanggap Bencana. Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan latar belakang keilmuan dan keahlian yang dibutuhkan dalam penanganan bencana.

“KKN Tematik ini kita gerakkan ketika terjadi bencana. Kita langsung menyiapkan tim agar bisa sampai di lapangan dan membantu masyarakat. Kita juga terus berkoordinasi dengan tim kementerian karena Unhas ingin ambil bagian dari upaya bersama dalam penanganan bencana,” kata Ruslin.

Ia menegaskan, penentuan personel maupun dukungan yang dikirim harus didasarkan pada kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Semua kita siapkan sesuai kebutuhan daerah. Kita tidak ingin berjalan sendiri. Karena itu, kebutuhan di lapangan harus menjadi dasar dalam menentukan siapa yang diberangkatkan dan apa yang dibawa,” ujarnya.

Tim pertama terdiri dari 10 mahasiswa yang akan didampingi dosen. Sebelum diberangkatkan, mahasiswa mendapatkan pembekalan untuk memahami batas peran, prosedur keselamatan, pola koordinasi, serta kondisi yang mungkin dihadapi selama berada di wilayah bencana.

Unhas juga berkoordinasi dengan jejaring penanganan kebencanaan di lokasi. Langkah tersebut dilakukan agar keterlibatan mahasiswa dan tim medis menjadi bagian dari sistem penanganan bencana yang telah berjalan.

Selama berada di Ruteng, mahasiswa akan mendukung kegiatan penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak sesuai kebutuhan di lapangan.

Pengiriman KKN Tematik Tanggap Bencana dan Tim Bantuan Medis Terpadu tersebut menjadi bagian dari pengembangan pola respons cepat Unhas terhadap bencana. Keterlibatan mahasiswa, dosen, fakultas, pusat studi, dan jejaring kelembagaan diarahkan untuk memberikan dukungan secara terkoordinasi dengan tetap menempatkan keselamatan relawan dan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas.

Facebook Comments Box