MataKita.co, Makassar — Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Jamaluddin Jompa, melantik 14 pejabat Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas), Senin (19/10/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola rumah sakit sekaligus memastikan keberlanjutan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian.
Pelantikan, pengambilan sumpah, dan serah terima jabatan berlangsung di Auditorium Prof. Dr. dr. Idrus Andi Paturusi, Lantai 2 RS Unhas, Makassar.
Sebanyak 14 pejabat yang dilantik terdiri atas lima anggota Dewan Pengawas Rumah Sakit Pendidikan, lima jajaran direksi, serta empat pejabat koordinator dan ketua komite.
Dalam sambutannya, Jamaluddin Jompa menekankan pentingnya kesinambungan kepemimpinan agar pergantian pejabat tidak menghambat pelayanan maupun program pengembangan rumah sakit.
Menurut dia, kepemimpinan baru harus mampu melanjutkan berbagai capaian yang telah dirintis sekaligus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Rumah Sakit Unhas bukan sekadar unit pelayanan kesehatan, melainkan bagian dari rumah besar Unhas. Keberadaan rumah sakit memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, terutama dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pengembangan riset,” kata Jamaluddin yang akrab disapa Prof JJ.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pejabat sebelumnya atas kontribusi mereka dalam mendukung perkembangan RS Unhas.
Menurut Jamaluddin, keberhasilan pengelolaan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh kepemimpinan individu, tetapi juga kemampuan organisasi menjaga kesinambungan program dan memperkuat kerja sama antarpimpinan.
Karena itu, proses transisi antara jajaran pimpinan lama dan baru harus berlangsung dengan baik, terutama dalam memastikan program strategis, pengetahuan kelembagaan, dan capaian pelayanan tetap terjaga.
“Rumah Sakit Unhas adalah bagian dari ekosistem Unhas, bagian dari rumah besar kita. Ini bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga ladang amal. Apa yang kita lakukan di sini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang semakin baik,” ujarnya.
Jamaluddin berharap pejabat yang baru dilantik dapat mengoptimalkan potensi RS Unhas, mulai dari penguatan sumber daya manusia, pembenahan tata kelola, hingga peningkatan kapasitas pelayanan.
Pengembangan tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi RS Unhas sebagai rumah sakit pendidikan yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan, pendidikan tenaga medis, dan penelitian.
Selain peningkatan kualitas pelayanan, Jamaluddin mengingatkan bahwa pengelolaan rumah sakit juga merupakan bentuk pengabdian kemanusiaan. Karena itu, seluruh unsur rumah sakit diharapkan mengutamakan profesionalisme dan kepentingan pasien dalam menjalankan tugas.
Yose Waluyo Jabat Direktur Utama RS Unhas
Dalam pelantikan tersebut, Dr. dr. Yose Waluyo, Sp.KFR., MS(K), dipercaya menjabat Direktur Utama Rumah Sakit Pendidikan Unhas.
Yose akan didampingi empat direktur, yakni Dr. dr. Satriawan Abadi sebagai Direktur Pelayanan, Dr. Hapsah sebagai Direktur Keperawatan dan Penjaminan Pasien, Prof. Deviana Soraya Riu sebagai Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian, serta dr. Phetrus Johan sebagai Direktur Operasional dan Keuangan.
Sementara itu, Prof. Haerani Rasyid dilantik sebagai Ketua Dewan Pengawas Rumah Sakit Pendidikan Unhas.
Empat anggota Dewan Pengawas lainnya adalah Prof. Muhammad Ruslin, Prof. Subehan, Prof. Amir Ilyas, dan Dr. Khalid Saleh.
Pada jajaran komite, dr. Aslim Taslim dipercaya sebagai Koordinator Komite Rumah Sakit Pendidikan.
Adapun dr. Anshory Sahlan menjabat Ketua Komite Mutu dan Tata Kelola Klinis, dr. Jason Sriwijaya sebagai Ketua Komite Pencegahan Klinis dan Terapi, serta dr. Masriani sebagai Ketua Komite Sumber Daya, Riset, dan Diklat.
Pelantikan jajaran pejabat tersebut diharapkan memperkuat koordinasi organisasi dan mempercepat pengembangan RS Unhas sebagai rumah sakit pendidikan yang unggul dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian.
Melalui kepemimpinan baru, RS Unhas juga diharapkan mampu meningkatkan mutu layanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien sekaligus memperluas kontribusinya bagi masyarakat.








































