Beranda Kampus Jadi Penguji di Universitas Brawijaya, Prof Andi Aslinda Dorong Dosen UNM Studi...

Jadi Penguji di Universitas Brawijaya, Prof Andi Aslinda Dorong Dosen UNM Studi di Kampus Terbaik

0

MataKita.co, Malang — Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si., menegaskan komitmennya mendukung dosen UNM melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri, terutama pada kampus yang memiliki peringkat lebih tinggi daripada UNM.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kapasitas akademik, dan daya saing universitas melalui pengalaman pendidikan di perguruan tinggi bereputasi.

Komitmen itu disampaikan Prof Andi Aslinda saat menjadi penguji eksternal dalam ujian akhir disertasi Program Doktor Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (UB), Malang, Senin (19/10/2026).

Dalam ujian tersebut, Prof Andi Aslinda menguji disertasi Asri Nur Aina, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNM, yang meneliti implementasi kebijakan pelayanan kesehatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

“Kehadiran saya sebagai penguji eksternal, selain memenuhi undangan Universitas Brawijaya, juga merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung dosen-dosen terbaik UNM dalam meningkatkan kapasitas akademiknya. Kita ingin mendorong dosen melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri, terutama kampus yang memiliki peringkat lebih tinggi daripada UNM,” ujar Prof Andi Aslinda.

Menurut Guru Besar Administrasi Publik tersebut, studi lanjut pada perguruan tinggi dengan reputasi dan peringkat akademik lebih tinggi diharapkan memberikan kesempatan bagi dosen UNM untuk memperoleh pengalaman pembelajaran, budaya riset, dan jejaring akademik yang lebih luas.

Ia menilai pengalaman tersebut penting untuk mendorong transfer pengetahuan, pengembangan inovasi, serta peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian setelah para dosen kembali ke UNM.

“Harapannya, dosen yang melanjutkan pendidikan tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga membawa pengetahuan baru, pengalaman riset, dan jejaring internasional yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan reputasi UNM,” katanya.

Prof Andi Aslinda menegaskan bahwa dukungan terhadap studi lanjut dosen perlu diwujudkan melalui kebijakan dan fasilitas yang memudahkan mereka memperoleh akses pendidikan pada perguruan tinggi bereputasi.

“Kehadiran dan keterlibatan saya sebagai penguji eksternal merupakan salah satu bentuk dukungan. Ke depan, kita juga akan menyiapkan berbagai bentuk dukungan lainnya, termasuk kemudahan perizinan bagi dosen yang ingin melanjutkan pendidikan, dukungan riset, serta pengembangan kapasitas akademik,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak dosen UNM memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan doktoral di perguruan tinggi dengan reputasi nasional dan internasional yang lebih tinggi, sehingga dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia universitas.

“Kita berharap setelah menyelesaikan studi, para dosen dapat kembali dan bersama-sama memajukan UNM. Pengetahuan, pengalaman akademik, dan jejaring yang diperoleh harus menjadi kekuatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan daya saing universitas,” katanya.

Tekankan Penguatan Kebijakan Publik

Dalam kapasitasnya sebagai penguji eksternal di Universitas Brawijaya, Prof Andi Aslinda juga memberikan sejumlah masukan akademik terhadap disertasi Asri Nur Aina berjudul “Implementasi Kebijakan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 90 Tahun 2015 dalam Meningkatkan Akses Layanan Kesehatan di Kawasan Perbatasan (Studi tentang Kebijakan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Nunukan)”.

Sebagai pakar kebijakan publik, ia menekankan pentingnya penguatan kebijakan di tingkat daerah agar implementasi kebijakan nasional dapat berjalan efektif, khususnya dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan.

Ia juga memberikan perhatian terhadap penguatan aspek metodologis penelitian, terutama ketepatan pendekatan, konsistensi kerangka analisis, dan kedalaman pembahasan agar penelitian mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan.

Ujian akhir disertasi tersebut dipimpin Dr. Fadillah Amin, M.AP., Ph.D., dengan tim promotor Prof. Sujarwoto, S.IP., M.Si., Ph.D., Dr. Ainul Hayat, S.Pd., M.Si., dan Dr. Firda Hidayati, S.Sos., MPA., DPA.

Tim penguji internal terdiri atas Prof. Dr. Bambang Santoso Haryono, M.S., Dr. Alfi Haris Wanto, SAP., M.AP., MMG., dan Akhmad Amirudin, SAP., MAP., Ph.D. Sementara itu, tim penguji eksternal adalah Prof. Dr. Andi Aslinda, M.Si., dan Dr. Prasetyo Isbandono, S.Sos., M.Si.

Prof Andi Aslinda menegaskan bahwa peningkatan kualifikasi dosen melalui pendidikan di perguruan tinggi bereputasi, khususnya yang memiliki peringkat lebih tinggi daripada UNM, menjadi salah satu upaya strategis dalam mewujudkan UNM yang unggul, berdampak, dan berdaya saing global.

Facebook Comments Box