Matakita.co, Gorontalo — Ratusan jemaah dan calon jemaah haji memadati Masjid Al-Muqarabin, Kota Gorontalo, Minggu (1/11/2026). Mereka mengikuti pengajian akbar yang menghadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebagai penceramah utama.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan sosialisasi regulasi pendaftaran dan pembatalan haji reguler ini menjadi ruang penguatan spiritual sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai kebijakan penyelenggaraan ibadah haji.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Gorontalo Shabara Karim Ngou, pejabat bidang haji Provinsi Gorontalo Mansur Basir, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Nurworo Danang, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.
Ketua PWM Gorontalo, Shabara Karim Ngou, mengatakan pengajian akbar menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus mempersiapkan calon jemaah sebelum menunaikan ibadah haji.
Menurut dia, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Tanah Suci, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan iman, ilmu, keikhlasan, kesabaran, dan akhlak.
Karena itu, calon jemaah diharapkan terus memperdalam pengetahuan tentang manasik haji serta menjaga kebersamaan dan persaudaraan selama menjalankan ibadah.
Sementara itu, Mansur Basir menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap ketentuan pendaftaran dan pembatalan haji reguler.
Ia mengatakan, sosialisasi diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan transparan mengenai prosedur administrasi, termasuk hak dan kewajiban calon jemaah.
Dalam tausiyahnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengajak jemaah memahami ibadah haji sebagai perjalanan spiritual yang tidak hanya menuntut kesiapan fisik, tetapi juga mental dan keimanan.
Selain memberikan penguatan keagamaan, Dahnil menyampaikan penjelasan mengenai kebijakan pendaftaran dan pembatalan haji reguler sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tata kelola penyelenggaraan ibadah haji.
Melalui sosialisasi tersebut, jemaah diharapkan semakin memahami prosedur yang berlaku sehingga dapat mempersiapkan keberangkatan secara tertib dan sesuai ketentuan pemerintah.
Pengajian akbar juga dirangkaikan dengan pembagian bantuan sosial dari LAZISMU Provinsi Gorontalo sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antarsesama jemaah serta memperkuat kesiapan spiritual dan administratif calon jemaah haji di Provinsi Gorontalo.








































